Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Melatih Kemandirian#1 "Ayo berlatih dan berproses bersama"

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah materi kedua di Kelas Bunda Sayang Batch 3 Institut Ibu Professional sudah selesai dikunyah dan dilahap dengan semangat. Saya sangat bahagia karena materi kali ini juga sangat sesuai dengan kebutuhan keluarga saya saat ini. Bukan hanya materinya yang membuat fikiran semakin tercerahkan, tetapi Game Level 2 ini juga sangat pas. Saat ini saya sedang berusaha keras melatih kemandirian untuk anak-anak di beberapa hal yang masih belum konsisten. Dengan adanya tantangan di game kali ini, akhirnya kami sepakat untuk kembali merumuskan ulang dan detail serta berupaya untuk mendokumentasikan proses melatih kemandirian anak-anak kali ini. 
Dari hasil family forum sederhana kami tadi malam sebelum tidur 😀 , kami sepakat dan telah mencatat point-point yang akan kami berusaha terapkan  bersama. Point yang menjadi fokus kami adalah hal-hal yang sebenarnya anak-anak sudah bisa namun tidak konsisten disebabkan berbagai alasan. Tantangan kami kali ini adalah di …

RESUME Diskusi MATERI LEVEL#2 Melatih Kemandirian Anak

*MELATIH KEMANDIRIAN ANAK*
_Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?_ Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya. Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya. Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. _Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?_ Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah…

Maafkan ummi, Neuk

Adalah suatu kebahagiaan ketika pertama kali mengetahui bahwa di dalam rahim ummi, telah ada sebuah janin. Sebulan setelah menikah dengan yabi, tiba-tiba ummi mulai sering mual, gak bisa nyium makanan atau apapun yang berbau tajam, bawaannya lemes. Segera yabi membeli tespack di apotik, besok paginya ummi pun segera tes, hasilnya seperti dugaan, dua garis bertengger di alat tersebut. Bahagia pasti. Cemas juga iya. Ummi akan segera jadi ibu. Status Single yang baru sebulan berubah menjadi istri, tak lama lagi InsyaAllah juga akan bertambah menjadi seorang Ibu. Akankah ummi mampu menjadi ummi yang baik bagimu dan adik-adikmu kelak? Walaupun seabreg buku parenting juga sudah ummi lahap jauh sebelum Ummi dan yabi ditaarufkan hingga saat kamu tersemai dirahim ummi. Tapi, kecemasan itu tetap berkecamuk di dada ummi. Karena yang ummi tahu, teori dengan praktek tak akan 100% sama. Bismillah, hanya tawakkal dan berdoa kepada Allah setelah ikhtiar bekal ilmu sudah ummi persiapkan. Hingga 8 bul…

ALIRAN RASA KELAS BUNDA SAYANG "KOMUNIKASI PRODUKTIF"

Alhamdulillah, hampir sebulan berada di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Professional. Materi pertama, kami dihadapkan dengan tema "Komunikasi Produktif".  Di materi komunikasi Produktif ini, saya belajar bahwa jika saya mengharapkan orang lain faham sesuai dengan apa yang saya sampaikan, maka saya harus bisa menyampaikan dengan baik, saya harus faham dan mampu mengkomunikasikan maksud saya dengan  benar. Iyess..komunikasi produktif, terutama kepada orang-orang terdekat saya, yaitu suami, anak-anak, dan orangtua. Setelah meriview perjalanan kehidupan rumah tangga saya sejak awal menikah hingga saat ini Allah amanahi 3 buah hati, ternyata masih sangat banyak kesalahan dari cara berkomunikasi saya. Inilah juga penyebab hadirnya sedikit riak-riak kecil diperjalanan keluarga kami. Kesalahpahaman yang dulu kerap terjadi hingga berujung tangisan di malam hari karena kekesalan terhadap sikap suami, ternyata lebih banyak muncul karena kesalahan saya berkomunikasi. Maklum pengantin b…

Portofolio anak oleh Ust Harry Santosa

Portfolio Pendidikan AnakBaik anak bersekolah maupun tidak, tidak mengurangi sedikitpun tanggungjawab orangtua untuk mendidik anaknya. Permulaan tahun ini barangkali teman teman AyahBunda perlu untuk mulai mengembangkan Portfolio Pendidikan Anak. Para Guru nampaknya juga memerlukan portfolio siswanya yang dibuat oleh orangtua sehingga ada kerjasama dan sinergi.Apa itu Portfolio Pendidikan Anak?Hari ini portfiolio pendidikan semakin dibutuhkan. Portfolio ini sebenarnya adalah laporan dan dokumentasi perkembangan anak termasuk bukti (evidence) berupa karya, hasil kerja, atau capaian anak. Portfolio dalam bentuk primitif nya disebut Raport. ,Raport yang kita kenal hampir satu abad lebih itu, dianggap sudah tidak relevan lagi dengan zaman maupun relevan dengan aspek potensi keunikan dari tiap anak yang berbeda. Karena Raport pada umumnya tidak dapat menggambarkan keseluruhan perkembangan dan capaian anak dalam pendidikan.Portfolio atau sering ditulis dengan “Portofolio” sendiri berasal d…

Komunikasi Produktif #9

"Apakabar emak? Sukses apa kemarin? Masih  seringkah terjadi kehebohan karena masalah komunikasi di dalam rumah? "Pertanyaan ini terus terngiang-ngiang setiap kali mau tidur. Menjadi semacam muhasabah terhadap diri sendiri. Apa saja yang sudah berhasil saya taklukan dan mana saja yang masih harus banyak diperbaiki? Selama hampir 15 hari menjalani game tantangan Komunikasi Produktif, harus saya akui masih banyak yang perlu terus Istiqomah diperbaiki. Beberapa kali saat tubuh sudah sangat letih dan anak2 tidak bisa bekerja sama, seringkali intonasi emak meninggi. Jika suami sedang di rumah, emak bisa ngadem sebentar dan urusan anak2 diserahkan ke Abinya. Tapi, jika suami masih di kantor, anak2 rewel semua, fisik saya pun lelah, maka jiwapun bisa ikutan lelah. Berusaha dengan sangat agar emosi jiwa bisa stabil, dengan cara meningkatkan ruhiyah serta kepedulian dari suami. Dua hal ini sangat berbanding lurus dengan kestabilan emosi bagi saya. Jika ruhiyah saya menurun, emosi jiw…

Komunikasi Produktif#8

Sejak mulai mama didiagnosa Gagal Ginjal Kronis dan sudah harus mulai rutin cuci darah atau Hemodialisa (HD),sudah menjadi  aktivitas rutin kami mengantar mama ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) sebanyak 2 kali setiap Minggu, itu diluar jadwal kontrol ke SPPD dan ke BTKV, serta mengambil rujukan ke FTKP.Dalam bulan ini saja sudah tidak terhitung berapa kali kami bolak balik ke rumah sakit. Lelah fisik pasti. Apalagi Setiap pergi ke RS pasti rombongan dengan 5 krucils yang semua masih Balita, dengan kehebohan yang pasti susah untuk diredam.  Walaupun sudah berulang kali disounding di rumah diwaktu-waktu ketika sedang tenang dan sesaat sebelum pergi, tetapi yang namanya anak2 pasti butuh bereksplorasi. Sangat tidak mungkin mengajak mereka untuk tenang berjam2 dalam satu waktu.  Seperti hari Jumat kemarin, seperti biasa saya dan kakak mengantar mama kembali untuk HD di RSBK. Tak ketinggalan 5 krucils pasti ikut, karena tidak ada saudara/keluarga yang bisa menemani mereka dirumah. Begin…

Komunikasi Produktif #7

Banyak yang nanya, "punya anak2 dengan usia berdekatan, kecil-kecil dan laki-laki semua lagi, rumah sering heboh gak mbak?"





Haha..dapat pertanyaan begini emak seringnya tersenyum penuh arti. Bukan sering lagi kalau ditanya heboh, tapi emang selalu heboh. 
Dirumah kami, rumah sepi dan tenang hanya saat malam hari ketika anak2 tidur saja. Ada saja kehebohan yang mereka lakukan ketika dirumah. Selama itu tidak membahayakan dan mereka mau bertanggung jawab setelah melakukan kehebohan, silahkan saja. Emak gak bakalan ngelarang. Kecuali, kalau di tempat umum, emak bakalan negur jika mereka membuat kegaduhan jika itu bisa menganggu ketenangan dan kenyamanan orang lain. Misalnya di Mesjid, Rumah Sakit, Rumah makan, atau tempat umum lainya.
Kalau ditanya mereka lebih sering akur atau berantem? Sering mana ya?haha...kalau direnungi, sebenarnya mereka lebih sering akur daripada berantem. Mereka akan sangat kompak dalam melakukan projek bersama. Tetapi kalau udah berantem dan rebuta…

Tantangan 5 Tahun pertama pernikahan

Sejak dulu sebelum menikah saya suka takjub ketika melihat pasangan kakek nenek yang tetap mesra dan penuh kasih sayang diusia senja mereka walau bagaimanapun kondisi mereka. Mereka telah berhasil melewati tantangan demi tantangan ( setelah Belajar komunikasi produktif, berusaha mengganti ganti kata masalah dengan tantangan 😊) dalam kehidupan pernikahan mereka. Ditengah banyak pasangan muda yang usia pernikahannya masih seumur jagung tapi sudah harus berpisah (cerai) dengan berbagai alasan yang ternyata sangat sepele dan masih bisa diperbaiki jika mereka punya motivasi kuat untuk mempertahankan mahligai rumah tangga. Hal-hal seperti ini sangat membuat saya bersedih, apalagi jika pasangan muda itu adalah orang-orang saya kenal walaupun sepintas dan sudah memiliki anak. Saya membayangkan bagaimana nasib anak tersebut tumbuh dalam keluarga yang broken home. Pasti sangat tidak nyaman.

Beberapa kali saya dan suami mendapati curhat via Chat atau kedatangan pasangan muda yang sedang be…

Komunikasi Produktif#6

"Ummi, Zaid boleh pangku Dede Hamzah gak?", Tiba2 si Abg bertanya
Emak kadang2 agak lebay dalam hal ini. Khawatir banget kalo di Baby yang baru 3 bulan ini kalo dipegang sama orang2 yang bukan ahlinya 😅, apalagi sama si sulung yang bahkan usianya belum genap 5 tahun ini. Huhu...
Seringnya emak bakal menolak dengan halus. Yang ternyata walau udah sehalus apapun penolakan emak, bakalan berujung kekecewaan dan kesedihan si Abg. 
Kali ini emak berusaha lebih empati. "Abang sayang ya sama Dede Hamzah, Boleh, tapi ummi bantu ya".
Dengan deg2an dan hati2,  emak mencoba meletakkan si Baby di pangkuan sang Abang. Senyum si Abang mengembang karena senang dipercaya bahwa dia bisa.
Mungkin dalam hati dia bersorak: "yeayy...saya bisa".
Walopun cuma sebentar karena si abg pegal diduduki si Baby yang BBnya melebihi 1/2 BB si Abg, tapi si abg cukup bahagia.

Komunikasi Produktif#5

Tantangan terberat selama beberapa hari ini  ketika menjalankan Game tantangan Komunikasi produktif adalah konsisten. Ini yang perlu latihan..latihan...dan latihan berulang kali agar komunikasi yang selama ini bermasalah bisa berubah menjadi Komunikasi yang produktif. Yess...ala bisa karena biasa bukan. Mencoba taubat dari dosa2 pengasihan yang dulu pernah bahkan sering terjadi tanpa sadar akan efeknya😭
Pelan tapi pasti, Alhamdulillah sudah mulai mampu untuk berkomunikasi dengan produktif. Seperti hari ini, ketika mereka bereksperimen dan seluruh bagian rumah penuh bertebaran bahan2 eksperimen mereka, emak bisa bicara dengan tenang.  "Wah, keren banget pelanginya. Nanti mau ditempel dimana hasil karyanya abang? " Sambil tak terlupa tersenyum dengan sangat manis..uhuuk..😙
"Mau tempel di ruang baca ya mi",ujar si Abang 
"Oke, tapi ayo kita bereskan kekacauan ini dulu, kita bereskan bersama ya"
Alhamdulillah, tanpa harus merepet2 dan tanpa harus menaikkan…

Komunikasi Produktif#4

Komunikasi Produktif” Level 1
Hari ketiga#4, 6 November 2017Alhamdulillah, hari ini masuk hari ke #4 Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif. Emak merasa lebih waras dalam memilih diksi dan mengatur  intonasi suara, walaupun beberapa kali sempat juga kelepasan,hiks😥 tapi emak cepat sadar dan bisa menguasai situasi kembali. Emak udah tidak lagi menghamburkan 20.000 stok kata untuk hal-hal yang tidak penting, seperti nyerocos panjang kali lebar saat berkomunikasi dengan anak-anak. Berusaha untuk menyusun kata-kata sebagai kalimat singkat penuh maknayang mudah difahami oleh anak-anak. Anak belum pernah menjadi orang dewasa, tapi orang dewasa sudah pernah  menjadi anak-anak. Sehingga kita tidak bisa memaksakan anak-anak kita faham pada gaya berkomunikasi kita. Seharusnya kitalah yang harus faham pada gaya komunikasi anak-anak kita. All right? Tantangan terbesar komunikasi produktif saat ini dengan sisulung adalah bagaimana mengajak dia agar mampu mengontrol diri untuk tidak Meu cek-cek ( …

KOMUNIKASI PRODUKTIF

_Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1_
*KOMUNIKASI PRODUKTIF*Selisih paham sering kali muncul bukan karena isi percakapan melainkan dari cara penyampaiannya. Maka di tahap awal ini penting bagi kita untuk belajar cara berkomunikasi yang produktif,  agar tidak mengganggu hal penting yang ingin kita sampaikan,  baik kepada diri sendiri,  kepada pasangan hidup kita dan anak-anak kita.*_KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI_*Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadarinya bahwa komunikasi diri kita termasuk ranah komunikasi yang tidak produktif. Kita mulai dari pemilihan kata yang kita gunakan sehari-hari.*_Kosakata kita adalah output dari struktur berpikir  dan cara kita berpikir_*Ketika kita selalu berpikir positif maka kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata positif, demikian juga sebaliknya._Kata-kata anda itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata anda_Kata  *masalah* gantilah dengan *tantan…

Komunikasi Produktif# 2

Alhamdulillah setelah hari 1 Tantangan 10 Hari Komprod, rumah bisa lebih tentram. Emak gak ngos2an dengan teriakan sana sini. Sebenarnya kuluncinya ada di emak sih,harus tenang dan bisa kontrol emosi. Ketika emosi bisa dikontrol, fikiran kita bisa jernih dalam bersikap dan bertindak. Mampu memilih diksi yang baik dan positif. Dan anak2 juga InsyaAllah tidak akan terluka hatinya dan mau melakukan apa yang kita inginkan. Sederhana sekali bukan? 

Akan tetapi, untuk bisa tenang dan mampu mengontrol emosi, perlu usaha dan kesabaran ekstra. Bagi saya pribadi, hal ini berkaitan erat dengan ruhiyah dan kebahagian. Jika ruhiyah saya lagi down, hal sederhana pun bisa berujung emosi dan marah-marah 😥. Makanya penting agar ruhiyah tetap terjaga agar emosi jiwa juga bisa tetap stabil apapun kondisi dan tingkah anak2. 





Hari ini seperti janji saya kepada si sulung kemarin, untuk ngajak mereka jenguk nenek ke RS karena Alhamdulillah Baby Hamzah sudah sehat. Dari pagi mereka sudah diingatkan agar seger…

Komunikasi Produktif#1 "Ayo Bicara, Sampaikan keinginanmu"

Aha..tantangan komunikasi produktif dimulai. Awalnya emak bingung mau mulai darimana. Saking banyaknya yang harus diperbaiki. Pola asuh tradisional dari orangtua yang sudah melekat dalam diri harus benar-benar diubah. Ada 13 pola komunikasi tradisional yang tanpa sadar terbawa hingga saat ini saya menjadi ibu. Diantaranya adalah memerintah, memberi label, menceramahi, menghibur, membandingkan, menyalahkan,dll. Butuh latihan dan keistiqomahan agar komunikasi produktif bisa diaplikasikan. Yah..inilah tantangan. Mari kita taklukkan .

Hari pertama tantangan Komunikasi Produktif, saya dihadapkan dengan kondisi rumah masih berantakan, cucian dan setrikaan menggunung, anak-anak yang belum beberes (makan, mandi, dll) dan sikecil yang rewel mau dikeloni. Dan Hari ini juga adalah hari jadwal kontrol ibu ke RS untuk menjalani bedah pemasangan cimino untuk HDnya. Kebayang kan gimana ruwetnya? Haha

Dalam suasana seperti ini akan gampang banget tersulut emosi apabila tingkat kewarasan tidak dijaga.…