Bismillah.. Alhamdulilah memasuki pekan ke 2 berada di The Jungle Of Knowladge. Buanyaaak banget makanan2 lezat yang terhidang dan menggoda untuk disantap. Rasanya semua menarik, apalagi hidangan kali ini dalam bentuk vidio atau audio. Wah.. Menggoda sekali untuk nyicip satu-satu dari ribuan Potluck yang dihidangkan teman2. Tapi kembali lagi mengingat petuah dari gurunda Ibu Septi Peni Wulandani, fokus sama peta masing-masing dan mantranya yang selalu saya ingat "menarik tapi saya tidak tertarik". Walaupun hampir saja tanpa sadar menghabiskan waktu untuk nyicip yang bukan makanan yang tidak ada dipeta saya. Huft. Alhamdulilah kembali ke jalan yang benar akhirnya.
Makanan saya minggu ini adalah salah satu potluck lezat dari mb Rima tentang Pentingnya membuat Portofolio anak dalam menyusun Kurikulum Personal. Bisa disimak di Link berikut :
https://m.youtube.com/watch?v=7GF9_dH8Zfo&feature=youtu.be
Saya memutuskan fokus di ilmu ini untuk pekan ini. Alhamdulillah menemukan Potluck yang tepat seperti yang saya inginkan. Mb Rima ternyata Praktisi Homeschooling juga untuk anaknya dan sama seperti saya yang menggunakan Fitrah Based Education sebagai frameworknya. MasyaAllah senang sekali bisa menemukan guru untuk belajar tentang cara membuat portofolio dan kurikulum personal untuk anak2.
Dan pekan ini saya mencoba menyediakan potluck tentang Memahami Jenis Tipe Kepribadian dalam pengasuhan. Awalnya mau hidangkan dalam bentuk vidio tapi ternyata space memori full (ketahuan belum sempat konmari Gadget nih🙈😅) , jadinya akhirnya memutuskan pakai audio aja. Silahkan simak di link ini ya manteman, semoga bermanfaat 😊
https://drive.google.com/file/d/1okE3EZuybyNf3eu2stXUrVDXIDzOnvLT/view?usp=drivesdk
Selasa
Perjalanan Si Ulat Mencari Makanan Lezat 1
Bismillah...
Alhamdulilah saat ini saya sudah berada di "The Jungle Of Knowladge". Surganya "makanan lezat". Begitu banyak makanan lezat yang terhidang disini. Rasanya semuanya lezat dan bergizi. Tapi sesuai petuah gurunda Kami, Ibu Septi Peni Wulandani, agar kami tetap fokus pada Peta kami masing-masing supaya tidak tersesat di hutan belantara ini. Fokus saja pada ilmu yang penting dan mendesak untuk kami kuasai saat ini, jangan tergoda dengan sesuatu yang kami belum mendesak kami butuhkan walaupun kelihatan lezat. Berbekal peta yang sudah saya persiapkan di Tahap Telur-telur sebelumnya, ketika dihadapkan dengan ribuan potluck dari teman-teman, saya mencicipi beberapa potluck dari teman-teman yang sesuai dengan ilmu yang saya butuhkan yaitu Manajemen Emosi. Saya sadari, anak-anak butuh ibu yang bahagia. Tapi, masih ada belenggu masa lalu yang mencekik saya sehingga seberapa besarpun keinginan saya untuk bisa bahagia saat bersama anak-anak, ada saja ledakan emosi yang terlepas tanpa saya sadari dan tanpa saya bisa kendalikan seperti mimik wajah tidak suka, kata-kata yang menyakiti bahkan kadang-kadang juga teriakan dan bentakan. Astaghfirullahal 'adziim😢
Masih ada inner Child yang harus saya buang jauh-jauh. Saya sudah pernah mengikuti Training Self Emotional Healing, tapi untuk benar-benar sembuh dan bersih tidaklah instan. Sampai saat ini saya masih terus dibimbing oleh Emak Safithrie Sutrisno untuk benar2 sembuh agar harapan saya bisa Membersamai anak2 dengan bahagia bisa terwujud. Aamiin
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Alhamdulilah saat ini saya sudah berada di "The Jungle Of Knowladge". Surganya "makanan lezat". Begitu banyak makanan lezat yang terhidang disini. Rasanya semuanya lezat dan bergizi. Tapi sesuai petuah gurunda Kami, Ibu Septi Peni Wulandani, agar kami tetap fokus pada Peta kami masing-masing supaya tidak tersesat di hutan belantara ini. Fokus saja pada ilmu yang penting dan mendesak untuk kami kuasai saat ini, jangan tergoda dengan sesuatu yang kami belum mendesak kami butuhkan walaupun kelihatan lezat. Berbekal peta yang sudah saya persiapkan di Tahap Telur-telur sebelumnya, ketika dihadapkan dengan ribuan potluck dari teman-teman, saya mencicipi beberapa potluck dari teman-teman yang sesuai dengan ilmu yang saya butuhkan yaitu Manajemen Emosi. Saya sadari, anak-anak butuh ibu yang bahagia. Tapi, masih ada belenggu masa lalu yang mencekik saya sehingga seberapa besarpun keinginan saya untuk bisa bahagia saat bersama anak-anak, ada saja ledakan emosi yang terlepas tanpa saya sadari dan tanpa saya bisa kendalikan seperti mimik wajah tidak suka, kata-kata yang menyakiti bahkan kadang-kadang juga teriakan dan bentakan. Astaghfirullahal 'adziim😢
Masih ada inner Child yang harus saya buang jauh-jauh. Saya sudah pernah mengikuti Training Self Emotional Healing, tapi untuk benar-benar sembuh dan bersih tidaklah instan. Sampai saat ini saya masih terus dibimbing oleh Emak Safithrie Sutrisno untuk benar2 sembuh agar harapan saya bisa Membersamai anak2 dengan bahagia bisa terwujud. Aamiin
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Yuk, Buat Peta Belajarmu!
Bismillah,,, Alhamdulillah. Setahap lagi kami para Mahasiswi Bunda Cekatan akan masuk ke Jungle of Knowladge. Telur orange akan segera menetas menjadi seekor ulat kecil yang lapar. Kami akan mengunyah banyak 'makanan'. Tapi kami harus jeli dan memilah, mana makanan yang
cocok dan sangat kami butuhkan saat ini untuk bekal kami memasuki fase kepompong agar bisa lahir menjadi seekor kupu-kupu indah.
Di tahap ini sebelumnya kami sudah mendengar dongeng dari Pak Dodik tentang Bagaimana membuat Mind Mapping alis Peta Belajar. Setelah mengulik telur oren saya, yaitu ilmu yang akan saya cari agar keterampilan saya ditelur merah meningkat sehingga tidak lama lagi saya bisa bermetamorfosis menjadi seorang Ummi Bidadari bagi anak2 saya dan istri selayak bidadari untuk suami saya.
Inilah mind mapping saya!
Mari bersiap berubah menjadi ulat-ulat dan memasuki Jungle of konwladge😍❤️
#mindmapping
#perjalanantelur-telur
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional
Di tahap ini sebelumnya kami sudah mendengar dongeng dari Pak Dodik tentang Bagaimana membuat Mind Mapping alis Peta Belajar. Setelah mengulik telur oren saya, yaitu ilmu yang akan saya cari agar keterampilan saya ditelur merah meningkat sehingga tidak lama lagi saya bisa bermetamorfosis menjadi seorang Ummi Bidadari bagi anak2 saya dan istri selayak bidadari untuk suami saya.
Inilah mind mapping saya!
Mari bersiap berubah menjadi ulat-ulat dan memasuki Jungle of konwladge😍❤️
#mindmapping
#perjalanantelur-telur
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional
Yuk, Temukan cara Belajarmu!
Yuk, temukan cara belajar yang GW Banget!
Bismillah.. Alhamdulillah sudah sampai pada tahap ini. Misi dilanjutkan. Sekarang saatnya kita mencari telur orange.
Cara Belajar yang Gue Banget
Pada telur orange kali ini, kami diminta untuk,
1. Menentukan tujuan belajar dengan menemukan strong why.
2. Ilmu apa saja yang kami perlukan
3. Sumber ilmu
4. Cara belajar yang gue banget.
Tujuan belajar
Di tantangan sebelumnya saya sudah mendapatkan 5 telur merah , yaitu keterampilan yang penting dan mendesak apa saja yang ingin saya kuatkan agar kebahagian saya sebagai seorang istri, ibu dan perempuan semakin meningkat.
Nah, sekarang saya ingin menjabarkan tujuan saya belajar berdasarkan
5 telur tersebut.
1. Manajemen waktu
Salah satu telur hijau saya adalah Belajar dan bermain bersama anak-anak. Saya akan bisa tenang serta bahagia bermain dan belajar bersama anak-anak jika semua pekerjaan domestik saya sudah selesai. Makanan sudah tersaji, rumah dalam kondisi bersih dan rapi, dan tidak ada tumpukan pakaian kotor disana sini serta semua pakaian bersih sudah tertata dengan rapi di lemari😁. Kondisi keuangan keluarga yang belum memungkinkan untuk menyerahkan urusan domestik pada pihak ketiga mengharuskan saya untuk mengerjakan semua urusan domestik tersebut dengan beberapa bantuan dari suami dan juga anak-anak tentunya.
Dengan adanya keterampilan managemen waktu, harapannya saya bisa menyelesaikan semau pekerjaan domestik agar saya bisa tetap fokus melaksanakan hal yang saya suka dan bisa, sehingga indeks kebahagiaan saya juga meningkat. Saya tidak mau terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang saya tidak suka hingga tidak bisa produktif dan bahagia.
2. Managemen Emosi
Membersamai anak2 hampir 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, dengan berbagai konflik dan gesekan yang muncul tanpa terduga dalam beberapa kesempatan, membuat saya harus mengusai ilmu memenage emosi agar tetap tenang dan bahagia tanpa ada bentakan, kata2 yang menyakitkan, serta bahasa tubuh saya yang dapat mencedarai fitrah dan melukai jiwa anak-anak.
3. Food preparation
Suami dan anak-anak adalah tipe yang suka makan makanan rumahan hasil olahan sendiri dirumah.Tapi, Memasak masuk kedalam kuadran yang saya tidak suka dan tidak bisa. Mau tidak mau, suka tidak suka, kenyataannya saya harus bisa masak makanan sehat dan enak yang untuk keluarga.
Tapi ada satu point yang bisa menaikkan indeks kebahagian saya di aktivitas memasak ini yaitu saya bisa memasak bersama anak-anak sebagai salah satu proyek belajar dan bermain.
Jadi agar semuanya menjadi mudah dan menyenangkan serta bisa menghemat waktu, tenaga, pikiran, serta good mood dalam memasak, saya harus belajar ilmu food preparation termasuk nanti diantaranya juga Manajemen kulkas, manajemen belanja mingguan serta mengatur menu.
5. Ilmu Managemet Gadget
Saya adalah seorang learner, suka belajar hal-hal baru. Dan gadget adalah salah satu sarana yang sangat memudahkan jiwa belajar saya ini mereguk ilmu hingga kadang sampai keblablasan dan lupa waktu.
Aktivitas yang membahagiakan saya yaitu bermain dan belajar bersama anak juga mengharuskan saya selalu update ilmu agar tidak mati gaya serta kehabisan ide. Dan lagi-lagi Gadget juga jadi andalan utama sebagai sarana untuk saya dalam belanja ide dan gagasan.
Dua hal tadi membuat saya susah jauh dari Gadget hingga seringnya keblablasan menghabiskan banyak waktu dalam bergadget bahkan kadang sampai anak-anak menegur saya jika sudah lupa waktu. Sehingga saya merasa perlu memasukkan ilmu Management Gadget ini sebagai salah satu ilmu prioritas yang akan saya pelajari dan amalkan sesegera mungkin.
Ilmu yang diperlukan untuk memperoleh keterampilan di telur merah
Untuk meningkatkan indeks kebahagian saya, untuk sementara saya harus menyelesaikan dulu faktor pengganggu aktivitas yang saya suka dan bisa. Sehingga saya memilih ilmu yang penting dan mendesak yang harus saya pelajari yaitu :
1. Ilmu management Waktu
2. Ilmu Managemen Emosi
3. Ilmu Management Gadget
4. Ilmu Food Preparation
1. Ilmu management Waktu
2. Ilmu Managemen Emosi
3. Ilmu Management Gadget
4. Ilmu Food Preparation
Sumber Ilmu
Video YouTube, Seminar/Kuliah online, internet, buku bacaan, belajar langsung dengan praktisi, mendatangi sumber ilmu/sang ahli.
Cara Belajar yang Gue Banget
Saya termasuk tipe audio visual. Saya lebih suka mendengar dan langsung bertatap muka dengan guru, serta menuliskan ilmu yang Saya dapat serta langsung Action.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Temukan Terampilmu!
Bismillah...
Alhamdulilah setelah minggu Sebelumnya kami sudah menyelesaikan misi mencari 5 telur hijau yaitu kegiatan atau aktivitas yang kami Bisa dan Suka serta membuat kami bahagia, kami berhak melanjutkan misi selanjutnya yaitu Mencari telur merah.
Hmm..telur hijau, dan sekarang telur merah? Apalagi ini? Sangat menyenangkan bukan?😄 Saya sangat menikmati melewati permainan demi permainan di kelas Bunda Cekatan ini. Amazing dan sangat menantang bagi saya😍
Telur merah adalah keterampilan yang penting dan mendesak yang harus kami kuasai agar kami terampil dan semakin dekat menuju Cekatan serta mencapai tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi saat melaksanakan aktivitas kami sebagai ibu, istri dan perempuan.
Untuk menemukan telur merah, kami harus menentukan keterampilan-keterampilan yang kami butuhkan kemudian membaginya kedalam 4 kuadran, yaitu penting dan mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting dan tidak mendesak serta mendesak tapi tidak penting. Dari kaudaran penting dan mendesak itulah saya bisa memungut telur merah yang akan saya prioritaskan untuk saya pelajari dan saya latih hingga terampil dan cekatan😊
Dan inilah hasil pencarian telur merah saya. Saya memilih 4 telur /keterampilan yang menurut saya penting dan mendesak yang harus saya kuasai
Alhamdulilah setelah minggu Sebelumnya kami sudah menyelesaikan misi mencari 5 telur hijau yaitu kegiatan atau aktivitas yang kami Bisa dan Suka serta membuat kami bahagia, kami berhak melanjutkan misi selanjutnya yaitu Mencari telur merah.
Hmm..telur hijau, dan sekarang telur merah? Apalagi ini? Sangat menyenangkan bukan?😄 Saya sangat menikmati melewati permainan demi permainan di kelas Bunda Cekatan ini. Amazing dan sangat menantang bagi saya😍
Telur merah adalah keterampilan yang penting dan mendesak yang harus kami kuasai agar kami terampil dan semakin dekat menuju Cekatan serta mencapai tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi saat melaksanakan aktivitas kami sebagai ibu, istri dan perempuan.
Untuk menemukan telur merah, kami harus menentukan keterampilan-keterampilan yang kami butuhkan kemudian membaginya kedalam 4 kuadran, yaitu penting dan mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting dan tidak mendesak serta mendesak tapi tidak penting. Dari kaudaran penting dan mendesak itulah saya bisa memungut telur merah yang akan saya prioritaskan untuk saya pelajari dan saya latih hingga terampil dan cekatan😊
Dan inilah hasil pencarian telur merah saya. Saya memilih 4 telur /keterampilan yang menurut saya penting dan mendesak yang harus saya kuasai
Yuk, Lacak Kekuatanmu
Bismillah...
Alhamdulilah bahagia rasanya memasuki lagi ruang kuliah di Institut Ibu profesional, setelah sebelumnya secara bertahap mengikuti matrikulasi, Kelas Bunda Sayang, sekarang saatnya belajar kembali, mengosongkan gelas untuk siap menyerap banyak ilmu baru disini di kelas Bunda Cekatan. Belajar adalah hal yang sangat membahagiakan bagi saya, membuat saya berbinar, apalagi belajar hal-hal baru yang bisa meningkatkan kualitas diri saya sebagai seorang perempuan, ibu dan istri. .
Lebih bahagia lagi karena di Kelas Bunda Cekatan ini, kita akan belajar dengan bahagia, dengan tagline "Belajar Merdeka dan merdeka belajar". Jadi kita belajar dengan bebas dan dengan gaya serta keunikan kita masing-masing. Akan ada 4 tahapan di kelas Bunda Cekatan ini, Tahapan telur-telur, Tahapan ulat, Tahapan Kepompong dan yang terakhir Tahapan kupu - kupu. MasyaAllah, dengan harapan Semoga Allah mudahan saya dan kami semua mahasiswi Bunda Cekatan untuk belajar disini dari telur hingga nanti menjadi kupu-kupu indah yang bisa memberikan banyak manfaat untuk sekitarnya, Aamiin ya Allah
Untuk tahapan pertama, kami harus melewati tahap telur-telur. Ditahap ini kami diarahkan melacak kekuatan kami masing-masing dengan mencari telur hijau yaitu dengan mengelist daftar aktivitas kita sebagai perempuan, ibu dan istri. Setelah itu semua aktivitas itu akan dibagi kedalam 4 kuadran yaitu, Bisa dan suka, Bisa dan tidak suka, tidak bisa dan tidak suka, tidak bisa, dan suka. Aktivitas yang ada di kuadran Bisa dan Suka serta membuat kita bahagia inilah telur hijau yang akan kita asah sehingga menjadi Cekatan 😊😍
![]() |
| Kuadran Aktivitas |
Dan inilah 5 telur hijau hasil pencarian yang saya bisa dan suka serta bahagia ketika melakukannya. Tidak mudah memilih 5 diantara hal yang saya merasa suka dan bisa serta membuat saya bahagia melakukannya.
Mari kita bahas satu persatu mengapa 5 aktivitas ini membuat saya berbinar dan bahagia😊
1. Mengajar Alqu'ran
Sebagai seorang Muslim, sedih rasanya ketika menemukan fenomena banyak ibu2 bahkan nenek2 yang tidak bisa baca Alqur'an sama sekali apalagi membaca dengan baik dan benar. Padahal kita tahu bahwa Kitab Suci Alquran adalah pedoman hidup seorang muslim. Bagaimana cara kita mau mengambil pedoman sedangkan untuk tingkatan dasarnya saja tidak dikuasai. Begitu kira-kira yang terlintas dalam benak saya ketika mendapati fenomena ini.
Dan berangkat dari sebuah hadist shohih yang berbunyi, "Sebaik2 kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Alqur'an", membuat saya sangat bahagia jika sedikit ilmu yang saya punya ini bisa saya bagikan kepada saudari2 saya juga. Melihat perkembangan mereka dari tidak bisa menjadi bisa membaca Alqur'an adalah kabahagian yang tak terlukiskan. Serta dengan harapan ini bisa menjadi sedikit penambah berat timbangan amal kebajikan di yaumil akhir kelak. Aamiin ya rabbal 'alamin
2. Bermain dan belajar bersama Anak
Sebagai keluarga yang memilih jalur homeschooling untuk pendidikan anak-anak kami, bermain dan belajar bersama anak ini adalah sebuah keharusan dan konsekuensi yang harus kami jalani. Tapi ini konsekuensi yang membahagiakan. Saya menikmati dan bahagia bisa melihat tahap demi tahap perkembangan anak-anak. Ini adalah pilihan kami, saya, suami dan anak-anak yang lebih bahagia belajar bersama kami orangtunya secara bebas tanpa tersekat waktu dan ruang. Kami bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Bahkan setiap aktivitas kami adalah proses belajar itu sendiri.
3. Merapikan dan dekorasi rumah
Satu-satunya pekerjaan domestik yang saya suka, bisa dan membuat bahagia ketika melakukannya adalah merapikan rumah. Saya sanggup menyapu dan merapikan rumah berkali2 dalam sehari. Saya bahagia melihat rumah rapi dan saya juga bahagia melihat anak-anak bereksplorasi sehingga rumah rapi dan bersih itu hanya bertahan sekejab saja😁
Saya bahagia melihat segala sesuatu tertata pada tempatnya, sehingga memudahkan mencari ketika membutuhkannya. Untuk itu sejak dini anak-anak juga sudah mulai dilatih untuk disiplin untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Ditahapan
Selain merapikan rumah, saya juga suka melihat dekorasi rumah ala-ala selebgram😅, tapi dengan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan dan gak rela menghabiskan uang banyak untuk hal-hal yang menurut saya itu tidak urgent, saya biasanya suka bikin sendiri alias DiY. Sehingga dengan modal yang tipis keinginan yang membahagiakan itu juga bisa dipenuhi.
4. Belajar hal-hal baru dan menarik
Saya suka belajar, ini juga salah satu kekuatan saya sesuai hasil dari Tallent Mapping Assesment. Saya suka belajar hal-hal baru yang menarik dan bermanfaat, termasuk belajar di Institut Ibu Profesional ini. Aktivitas belajar ini membuat saya berbinar dan bahagia. Saya senang berjumpa dengan siapa saja, karena saya sadar pasti akan ada hal baru yang bisa saya pelajari dari setiap orang dengan kehebatan dan keunikan masing-masing.
5. Mendengar
Aktivitas mendengar ini rasanya kelihatan sepele ya😅, tapi entah mengapa saya bahagia melakukannya. Saya bahagia ketika mendengar anak-anak bercerita apapun, saya bahagia mendengar suami cerita keseharian dan perasaannya, saya bahagia ketika teman-teman minta saya mendengar curhatan mereka. Saya bahagia mendengar kisah pengalaman orang lain. Saya bahagia mendengar bu Septi berdongeng di Kelas Bunda Cekatan ini. Saya bahagia karena saya bisa belajar dari kisah orang lain, saya bahagia kerena merasa berharga dan dipercaya. w
Walaupun saya sendiri dengan karakter saya yang introvert sangat tidak suka bercerita.
Itulah 5 telur hijau saya, semoga segera menetas menjadi ulat (cari maka yang banyak), bersabar menjadi kepompong, dan, akhirnya bisa berubah menjadi kupu-kupu cantik 😍, insyaAllah.
![]() |
| Telur-telur hijau hasil pencarian |
Mari kita bahas satu persatu mengapa 5 aktivitas ini membuat saya berbinar dan bahagia😊
1. Mengajar Alqu'ran
Sebagai seorang Muslim, sedih rasanya ketika menemukan fenomena banyak ibu2 bahkan nenek2 yang tidak bisa baca Alqur'an sama sekali apalagi membaca dengan baik dan benar. Padahal kita tahu bahwa Kitab Suci Alquran adalah pedoman hidup seorang muslim. Bagaimana cara kita mau mengambil pedoman sedangkan untuk tingkatan dasarnya saja tidak dikuasai. Begitu kira-kira yang terlintas dalam benak saya ketika mendapati fenomena ini.
Dan berangkat dari sebuah hadist shohih yang berbunyi, "Sebaik2 kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Alqur'an", membuat saya sangat bahagia jika sedikit ilmu yang saya punya ini bisa saya bagikan kepada saudari2 saya juga. Melihat perkembangan mereka dari tidak bisa menjadi bisa membaca Alqur'an adalah kabahagian yang tak terlukiskan. Serta dengan harapan ini bisa menjadi sedikit penambah berat timbangan amal kebajikan di yaumil akhir kelak. Aamiin ya rabbal 'alamin
2. Bermain dan belajar bersama Anak
Sebagai keluarga yang memilih jalur homeschooling untuk pendidikan anak-anak kami, bermain dan belajar bersama anak ini adalah sebuah keharusan dan konsekuensi yang harus kami jalani. Tapi ini konsekuensi yang membahagiakan. Saya menikmati dan bahagia bisa melihat tahap demi tahap perkembangan anak-anak. Ini adalah pilihan kami, saya, suami dan anak-anak yang lebih bahagia belajar bersama kami orangtunya secara bebas tanpa tersekat waktu dan ruang. Kami bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Bahkan setiap aktivitas kami adalah proses belajar itu sendiri.
3. Merapikan dan dekorasi rumah
Satu-satunya pekerjaan domestik yang saya suka, bisa dan membuat bahagia ketika melakukannya adalah merapikan rumah. Saya sanggup menyapu dan merapikan rumah berkali2 dalam sehari. Saya bahagia melihat rumah rapi dan saya juga bahagia melihat anak-anak bereksplorasi sehingga rumah rapi dan bersih itu hanya bertahan sekejab saja😁
Saya bahagia melihat segala sesuatu tertata pada tempatnya, sehingga memudahkan mencari ketika membutuhkannya. Untuk itu sejak dini anak-anak juga sudah mulai dilatih untuk disiplin untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Ditahapan
Selain merapikan rumah, saya juga suka melihat dekorasi rumah ala-ala selebgram😅, tapi dengan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan dan gak rela menghabiskan uang banyak untuk hal-hal yang menurut saya itu tidak urgent, saya biasanya suka bikin sendiri alias DiY. Sehingga dengan modal yang tipis keinginan yang membahagiakan itu juga bisa dipenuhi.
4. Belajar hal-hal baru dan menarik
Saya suka belajar, ini juga salah satu kekuatan saya sesuai hasil dari Tallent Mapping Assesment. Saya suka belajar hal-hal baru yang menarik dan bermanfaat, termasuk belajar di Institut Ibu Profesional ini. Aktivitas belajar ini membuat saya berbinar dan bahagia. Saya senang berjumpa dengan siapa saja, karena saya sadar pasti akan ada hal baru yang bisa saya pelajari dari setiap orang dengan kehebatan dan keunikan masing-masing.
5. Mendengar
Aktivitas mendengar ini rasanya kelihatan sepele ya😅, tapi entah mengapa saya bahagia melakukannya. Saya bahagia ketika mendengar anak-anak bercerita apapun, saya bahagia mendengar suami cerita keseharian dan perasaannya, saya bahagia ketika teman-teman minta saya mendengar curhatan mereka. Saya bahagia mendengar kisah pengalaman orang lain. Saya bahagia mendengar bu Septi berdongeng di Kelas Bunda Cekatan ini. Saya bahagia karena saya bisa belajar dari kisah orang lain, saya bahagia kerena merasa berharga dan dipercaya. w
Walaupun saya sendiri dengan karakter saya yang introvert sangat tidak suka bercerita.
Itulah 5 telur hijau saya, semoga segera menetas menjadi ulat (cari maka yang banyak), bersabar menjadi kepompong, dan, akhirnya bisa berubah menjadi kupu-kupu cantik 😍, insyaAllah.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional
Jumat
4 Permainan Seru Mengisi Family Time Ala Ismoe Family
Sabtu dan Minggu adalah hari favorit yang selalu dinantikan anak-anak dan juga saya pastinya. Mulai senin, setiap hari mereka akan bertanya ini hari apa, kemudian lanjut menghitung berapa hari lagi tiba hari Sabtu dan Minggu. Bagaimana tidak, karena hanya di dua hari tersebut mereka bisa puas bermain dan menghabiskan waktu seharian bersama Abinya. Saat ini sang Abi masih berstatus sebagai karyawan swasta, ini artinya 5 hari dalam seminggu beliau akan menghabiskan waktu di kantor atau turun ke lapangan untuk mengecek proyek, sehingga sangat sedikit waktu yang bisa digunakan untuk bercengkrama dengan para bocah.
Jadi, akhir pekan bagi kami adalah momen yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Tak harus pergi ke tempat bermain , ke mall atau bahkan makan di luar. Cukup berkumpul bersama di mana saja tak jadi masalah bagi mereka dan sudah cukup membuat bahagia, asalnya dengan syarat Tidak ada gadget diantara kita. Hoho,,,ya kami memang berusaha meminilisir sesedikit mungkin penggunaan gadget ketika sedang bersama.
Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam mengisi family time yang juga berfungsi untuk membangun kekompakan keluarga, sebagaimana yang disampaikan oleh Bu Septi Peni Wulandani, founder Institut Ibu Professional saat Workshop Family Strategic Planning beberapa saat lalu di Batam, yaitu ngobrol bareng, main bareng dan beraktivitas bareng. Tiga hal ini yang sering kami lakukan ketika kumpul bersama.
Bicara mengenai main bareng, ini adalah beberapa permainan favorit anak-anak ketika main bersama kami.
Bermain peran atau socio-dramatic
Ini adalah permainan favorit anak-anak. Peran apa saja bisa mereka mainkan,bermain doctor-doktoran, polisi dan penjahat, pemadam kebakaran, masak-masakan atau perang-perangan melawan tentara Israel. Bahkan kadang saya speacless melihat totalitas mereka ketika bermain peran. Tak usah risaukan masalah property, semua benda yang ada dirumah bisa mereka sulap menjadi property yang mereka butuhkan. Kabel litrik bekas bisa mereka imaginasikan menjadi selang pemadam kebakaran misalnya. Saya dan suami cukup berperan sebagai figuran saja, pemeran utamanya adalah mereka.
Seperti dilansirdari Nakita.grid.id, ternyata permainan sederhana ini sangat banyak manfaatnya loh, diantaranya :
1. Anak bisa mempelajari banyak persn disekeliling dan lingkungan diluar mereka
2. Saat bermain peran, anak akan berfantasi dan kemudian meniru peran disekeliling, anak mengembangkan kemampuan kognitifnya, terutama dalam hal imaginasi dan kreativitas.
3. Meningkatkan inteletual anak karena anak mempelajari seperti apa peran yang akan dilakoninyasaat bermain peran itu. Misalnya, Astronot itu ngapain ya?
4. Bermain peran akan menambah kosakata anak.
5 Mengasah moral juga dapat dipelajari saat bermain peran.
Jadi, jangan sepelekan permainan sederhana ini ya mak.
Tebak-tebakan
Ini adalah permainan paling mudah yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa memerlukan property yang ribet. Permainan ini termasuk salah satu permainan favorit keluarga kami dan bisa mengenyahkan rasa bosan. Kadang mereka akan anteng dan bisa tertawa lepas hanya dengan memainkan ini. Misalnya saat menemani saya mengikuti pengajian atau seminar atau rapat bersama komunitas jika bertepatan di hari sabtu dan minggu, biasanya semua akan ikut sekaligus mengantar saya. Jika tempatnya jauh dari rumah, suami dan anak-anak memilih menunggu disekitar tempat acara hingga acara selesai daripada harus bolak balik menjemput. Nah, bermain tebak-tebakan adalah salah satu pilihan jitu bagi mereka. Banyak pilihan jenis tebakan yang bisa dimainkan, misalnya tebak kata, tabak suara binatang , tangan mana yang ada isinya, tebak benda dan banyak lainnya yang bisa dijadikan tebakan. Tebakannya bisa berasal dari orangtua dan anak yang bertugas menjawab, bisa juga sebaliknya.
Ekspresi merenung, berpikir, berteriak menyebutkan jawaban selalu mengiringi kegiatan ini. Jika jawaban mereka benar, merekapun akan tertawa.
Kelihatannya permaina ini sepele bukan, tapi manfaatnya ternyata tidak bisa disepelekan begitu saja. Berikut beberapa manfaat yang kami amati saat memainkan permainan ini adalah :
- Melekatkan hubungan anak dengan orangtua
- Membuat anak-anak dan orangtua bersuka cita. Salah satu tujuan bermain tebak-tebakan adalah bergembira. Saat mereka bisa menjawab dengan tepat setelah merenung dan berfikir, mereka akan tertawa senang dan riang. Jika jawaban salah mereka penasaran dan berpikir kerasagar jawabannya benar.
- Mencerdaskan anak-anak
Dalam bermain tebak-tebakan akan selalu ada pertanyaan. Pertanyaan yang akan membuat anak-anak memberdayakan pikiran dan pengalamannya untuk bisa menemukan jawabannya.
Bermain Lego
“Ummi, lihat Ammar buat rumah yang ada kebunnya untuk ummi!”. Seru Ammar bahagia menampakkan hasil karyanya untu ummi.
Saya rasa hampir semua anak suka bermain lego, begitu juga dengan tiga bocah di rumah kami, bahkan termasuk kami. Ada lego berbagai ukuran yang kami beli sejak Abang Zaid bayi dan sekarang juga bisa digunakan oleh adik-adiknya. Permainan asal Denmark kreasi Ole Kirk Crisatiansen ini berupa balok warna warni yang bisa dibongkar pasang menjadi bentuk apapun yang diingankan anak sesuai imaginasinya. Permainan ini juga seru dimainkan bersama keluarga loh. Kita bisa merancang dan membangun bersama suatu project yang disepakati bersama, rasanya seru dan menyenangkan.
Selain menyenangkan, ternyat bermain lego memiliki beragam manfaat, diantaranya:
a. Mengenalkan warna, bentuk dan ukuran
b. Melatih motorik halus
c. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas
d. Mengembangkan logika dan pemecahan masalah
e. Meningkatkan kemampuan sosialisasi dan kerja sama
Menyusun Puzzle
Selain lego, menyusun puzzle juga permainan favorit anak-anak. Tak perlu beli, cukup memanfaatkan gambar dari google lalu di print dan tempelkan ke kardus, kemudian di potong sesuai yang diinginkan, puzzle pun bisa dimainkan bersama.
Tak hanya menyenangkan, permainan ini punya sederet manfaat buat anak-anak. Apa saja sih manfaat bermain puzzle ini?
- Melatih memecahkan masalah
- Melatih koordinasi matadan tangan
- Melatih motorik halus
- Melatih keterampilan Kognitif
Wah, banyak ya manfaatnya. Yuk, mari main puzzle bersama sikecil, tentunya jug akan semakin mengeratkan bonding diantaraanak dan orangtua.
Nah, itu adalah beberapa permainan yang sering kami lakukan dalam mengisi Family Time di kelurga kami. Silakan dicoba, insyaAllaah dijamin akan semakin melekatkan hubungan anak dengan orangtuanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
J8 : Temukan Buddy-mu
Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulilah memasuki pekan terakhir di kelas Ulat-Ulat. Banyak pengalaman dan ilmu baru selama hampir 2 bulan be...
-
Ummi, Itu Allah... By Safriani Lembaran buku Mengenal Allah Suatu waktu ketika kami sedang membaca buku bersama, Ammar(3y) b...
-
Lembutku kenang… kasihmu ibu… di dalam hati… ku kini menannggung rindu… Kau tabur kasih… seumur masa… bergetar syahdu… ooh didalam nadi...
-
Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulilah memasuki pekan terakhir di kelas Ulat-Ulat. Banyak pengalaman dan ilmu baru selama hampir 2 bulan be...
-
Sejak dulu sebelum menikah saya suka takjub ketika melihat pasangan kakek nenek yang tetap mesra dan penuh kasih sayang diusia senja...







