Langsung ke konten utama

Meningkatkan Kecerdasan Anak#1 "Rumahku Rapi dan Bersih"

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah,tak terasa akhirnya sampai di Tantangan ke 3 di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Professional. Satu kata dalam melewati dua tantangan sebelumnya adalah Konsistensi. Perlu perjuangan lebih untuk menaklukkan ini. Di game level 1 walaupun tertatih bisa juga menyelesaikan gamesnya dan memperoleh badge, namun digame level 2 hanya bisa melewati 8 hari saja.

Bismillah, belajar dari games sebelumnya, InsyaAllah kali ini harus lebih baik.

Alhamdulillah setelah melakukan Family forum sederhana kemarin malam bersama suami dan anak-anak, untuk tantangan kali ini tentang Melatih Kecerdasan anak, kami sepakat memilih proyek "Rumahku tempat ternyamanku". Latar belakang memilih tema ini, karena ini merupakan hal terdesak yang harus kami tuntaskan mengingat sejak kehadiran anggota baru dikeluarga kecil kami, rumah yang bersih dan rapi adalah impian. Haha...
Ritme aktivitas mengurus si Baby berserta 2 abangnya dan mengurus rumah dari A-Z sendirian tanpa ada ART walaupun dibantu suami sesempatnya diantara waktu kerja, membuat keadaan rumah tidak sedap dipandang  dan juga sangat tidak nyaman. Bayangkan hampir disetiap sudut rumah ada pakaian, ada buku, dan mainan serta tetek bengek lainnya. Pusiiiiinggg Mak :-D

Baiklah, Proyek kali ini kami awali dengan menata ulang letak perabot rumah. Alhamdulillah juga ini berbarengan dengan janji si sulung untuk mulai tidur terpisah dari kami,  orang tuanya. Pagi2 sebelum Abi berangkat kerja,, kami mengeluarkan isi kamar belakang yang selama ini menjadi perpustakaan dan ruang main anak-anak. Rak buku berserta isinya kami letakkan di ruang tengah.

Dalam proyek kali ini semua kebagian peran. Abi kebagian angkat dan dorong rak buku serta angkat buku-buku besar dan berat. Abang Zaid(5y) dan Ummi merapikan kembali isi rak dan mengatur semua mainan didalam kotak masing-masing agar mudah ketika ingin dimainkan. Ammar(3y) memilih menyapu bekas ruangan baca dan membuang sampah. Baby hamzah nangis karena semua sibuk dan tidak ada yang ngajak dia ngobrol. Hahah..
Huft..pagi yang melelahkan tapi bahagia. Satu sudut rumah sudah beres, walaupun masih banyak sisanya.

Moment ini kami mencoba untuk melatih meningkatkan kecerdasan menghadapi tantangan dalam diri anak-anak. Untuk memperoleh kenyamanan dan kebahagiaan, mereka harus berjuang. Dalam hal ini, anak-anak dan kami telah pastinya,  ingin rumah nyaman dan indah dipandang, konsekuensinya kami harus berlelah-lelah merapikan semua sudut rumah. Perjuangan masih panjang.
Hari ini cukup dulu ya nak-anak, persiapkan diri kalian untuk besok, Makan yang sehat dan cukup serta istirahat biar kuat :-D
Semangat!!!!

#tantangan_hari_ke1
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Safriani UmmZAH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ummi, itu ada ALLAH!

Ummi, Itu Allah...By Safriani

Suatu waktu ketika kami sedang membaca buku bersama, Ammar(3y) berteriak senang," Ummi, itu ada Allah".  Ternyata dia melihat tulisan Allah didalam buku tersebut. Untuk usia ini, anak memang masih  berpikir konkrit. 
Ummi :"Oh iya, ini hanya tulisan nama Allah sayang. Kita belum bisa melihat Allah di dunia ".
Zaid : "Kapan kita bisa lihat Allah mi?"
Ummi :"IsyaAllah nanti orang-orang yang beriman, akan bisa melihat Allah di surga ", emak berusaha bicara dengan pelan agar mereka bisa meresapi kata perkata yang emak sampaikan, sambil menatap anak-anak dengan senyum.
" Jadi, kita harus jadi orang baik dan taat sama Allah, agar nanti bisa melihat wajah Allah, itu hadiah tambahan yang Allah berikan kepada penduduk surga, siapa yang mau masuk surga dan melihat Allah?" Dan anak-anak pun berteriak berusaha menjadi yang pertama menjawab bahwa mereka ingin masuk surga dan melihat Allah. Alhamdulillah. 


Percakapan se…

Melatih Kemandirian#1 "Ayo berlatih dan berproses bersama"

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah materi kedua di Kelas Bunda Sayang Batch 3 Institut Ibu Professional sudah selesai dikunyah dan dilahap dengan semangat. Saya sangat bahagia karena materi kali ini juga sangat sesuai dengan kebutuhan keluarga saya saat ini. Bukan hanya materinya yang membuat fikiran semakin tercerahkan, tetapi Game Level 2 ini juga sangat pas. Saat ini saya sedang berusaha keras melatih kemandirian untuk anak-anak di beberapa hal yang masih belum konsisten. Dengan adanya tantangan di game kali ini, akhirnya kami sepakat untuk kembali merumuskan ulang dan detail serta berupaya untuk mendokumentasikan proses melatih kemandirian anak-anak kali ini. 
Dari hasil family forum sederhana kami tadi malam sebelum tidur 😀 , kami sepakat dan telah mencatat point-point yang akan kami berusaha terapkan  bersama. Point yang menjadi fokus kami adalah hal-hal yang sebenarnya anak-anak sudah bisa namun tidak konsisten disebabkan berbagai alasan. Tantangan kami kali ini adalah di …

Tantangan 5 Tahun pertama pernikahan

Sejak dulu sebelum menikah saya suka takjub ketika melihat pasangan kakek nenek yang tetap mesra dan penuh kasih sayang diusia senja mereka walau bagaimanapun kondisi mereka. Mereka telah berhasil melewati tantangan demi tantangan ( setelah Belajar komunikasi produktif, berusaha mengganti ganti kata masalah dengan tantangan 😊) dalam kehidupan pernikahan mereka. Ditengah banyak pasangan muda yang usia pernikahannya masih seumur jagung tapi sudah harus berpisah (cerai) dengan berbagai alasan yang ternyata sangat sepele dan masih bisa diperbaiki jika mereka punya motivasi kuat untuk mempertahankan mahligai rumah tangga. Hal-hal seperti ini sangat membuat saya bersedih, apalagi jika pasangan muda itu adalah orang-orang saya kenal walaupun sepintas dan sudah memiliki anak. Saya membayangkan bagaimana nasib anak tersebut tumbuh dalam keluarga yang broken home. Pasti sangat tidak nyaman.

Beberapa kali saya dan suami mendapati curhat via Chat atau kedatangan pasangan muda yang sedang be…

Maafkan ummi, Neuk

Adalah suatu kebahagiaan ketika pertama kali mengetahui bahwa di dalam rahim ummi, telah ada sebuah janin. Sebulan setelah menikah dengan yabi, tiba-tiba ummi mulai sering mual, gak bisa nyium makanan atau apapun yang berbau tajam, bawaannya lemes. Segera yabi membeli tespack di apotik, besok paginya ummi pun segera tes, hasilnya seperti dugaan, dua garis bertengger di alat tersebut. Bahagia pasti. Cemas juga iya. Ummi akan segera jadi ibu. Status Single yang baru sebulan berubah menjadi istri, tak lama lagi InsyaAllah juga akan bertambah menjadi seorang Ibu. Akankah ummi mampu menjadi ummi yang baik bagimu dan adik-adikmu kelak? Walaupun seabreg buku parenting juga sudah ummi lahap jauh sebelum Ummi dan yabi ditaarufkan hingga saat kamu tersemai dirahim ummi. Tapi, kecemasan itu tetap berkecamuk di dada ummi. Karena yang ummi tahu, teori dengan praktek tak akan 100% sama. Bismillah, hanya tawakkal dan berdoa kepada Allah setelah ikhtiar bekal ilmu sudah ummi persiapkan. Hingga 8 bul…