Langsung ke konten utama

Meningkatkan kecerdasan Anak#2

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum semuanya. Berjumpa kembali bersama kami, Ismoe Family .. Alhamdulillah atas untuk hari ini yang luar biasa. Begitu banyak hal-hal baru dan penuh syukur.

Hari ini kami melanjutkan "Proyek Keluarga" kemarin. Karena hari ini Sabtu, jadinya hari ini Abi libur kerja dan saya juga gak ada kegiatan diluar rumah. Alhamdulillah, jadinya kami punya waktu lebih panjang untuk beresin rumah bersama. Setelah anak-anak bangun pagi dan tempat tidur sudah kosong dari penghuni, kerja hari ini dimulai.

Seperti yang sudah kami bicarakan di Family Forum, kami sepakat berpisah kamar dari anak-anak. Anak-anak diajak  berdiskusi  bersama  terkait  masalah ini. Setelah berdialog lama, akhirnya Abang Zaid dan Ammar milih untuk tidur dikamar depan. Abi dan Ummi harus rela mengalah ke kamar belakang bekas ruang baca dan main. Ummi relaaaa nak,,huhu. Salah satu alasannya karena kamar belakang gak ada pendingin ruangan dan dalam waktu dekat ini kami tidak menganggarkan untuk nambah pendingin ruangan, harus cukup berpuas dengan kipas angin saja. #Emak Hemat

Abang Zaid memang dari bayi sangat tidak tahan panas. Padahal awalnya sengaja tidak dikenalkan AC agar tidak ketagihan atau ketergantungan, akibatnya Zaid kecil dulu sangat susah untuk tidur nyenyak dan badannya penuh bruntusan karena panas, maklum suhu di Banda Aceh tergolong cukup panas semenjak setelah musibah Tsunami 2004 yang lalu. Melihat kondisi itu, akhirnya kami memutuskan menggunakan AC, walaupun si Abi yang tidak tahan dingin harus mengalah demi anak dan istri. Wkwk. Setelah pindah ke Batam pun, ternyata suhu disini pun tidak jauh berbeda dengan Banda Aceh, lagi-lagi kami juga harus menggunakan AC.

Kembali ke family forum sederhana kami, akhirnya sepakat Abi dan ummi pindah ke kamar belakang dengan memboyong ranjang kayu, dua kasur busa Single plus lemari,meja dan kipas angin.  Dikamar depan tersisa satu lemari, kasur double yang diturunkan ke bawah tanpa ranjang.

Pagi tadi kegiatan pindah memindahkan tuntas ditutup dengan memasangkan sprei pilihan mereka dikamar mereka yang baru. Alhamdulillah walaupun sempat diwarnai dengan sedikit kegaduhan diantara dua krucils karena berebut menyapu kamar, proyek hari ini berhasil. Kami berusaha melatih kecerdasan emosi mereka dalam mengungkapkan perasaannya, kecerdasan bahasa dalam mengungkapkan keinginan, serta kecerdasan menghadapi tantangan. Ada yang sudah berhasil tapi ada juga yang masih perlu banyak latihan, Salah satunya kecerdasan emosi terutama buat Abang Zaid dan ammar.

Oke hari ini cukup dulu, besok kita lanjut lagi ya krucils :-)

#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ummi, itu ada ALLAH!

Ummi, Itu Allah...By Safriani

Suatu waktu ketika kami sedang membaca buku bersama, Ammar(3y) berteriak senang," Ummi, itu ada Allah".  Ternyata dia melihat tulisan Allah didalam buku tersebut. Untuk usia ini, anak memang masih  berpikir konkrit. 
Ummi :"Oh iya, ini hanya tulisan nama Allah sayang. Kita belum bisa melihat Allah di dunia ".
Zaid : "Kapan kita bisa lihat Allah mi?"
Ummi :"IsyaAllah nanti orang-orang yang beriman, akan bisa melihat Allah di surga ", emak berusaha bicara dengan pelan agar mereka bisa meresapi kata perkata yang emak sampaikan, sambil menatap anak-anak dengan senyum.
" Jadi, kita harus jadi orang baik dan taat sama Allah, agar nanti bisa melihat wajah Allah, itu hadiah tambahan yang Allah berikan kepada penduduk surga, siapa yang mau masuk surga dan melihat Allah?" Dan anak-anak pun berteriak berusaha menjadi yang pertama menjawab bahwa mereka ingin masuk surga dan melihat Allah. Alhamdulillah. 


Percakapan se…

Melatih Kemandirian#1 "Ayo berlatih dan berproses bersama"

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah materi kedua di Kelas Bunda Sayang Batch 3 Institut Ibu Professional sudah selesai dikunyah dan dilahap dengan semangat. Saya sangat bahagia karena materi kali ini juga sangat sesuai dengan kebutuhan keluarga saya saat ini. Bukan hanya materinya yang membuat fikiran semakin tercerahkan, tetapi Game Level 2 ini juga sangat pas. Saat ini saya sedang berusaha keras melatih kemandirian untuk anak-anak di beberapa hal yang masih belum konsisten. Dengan adanya tantangan di game kali ini, akhirnya kami sepakat untuk kembali merumuskan ulang dan detail serta berupaya untuk mendokumentasikan proses melatih kemandirian anak-anak kali ini. 
Dari hasil family forum sederhana kami tadi malam sebelum tidur 😀 , kami sepakat dan telah mencatat point-point yang akan kami berusaha terapkan  bersama. Point yang menjadi fokus kami adalah hal-hal yang sebenarnya anak-anak sudah bisa namun tidak konsisten disebabkan berbagai alasan. Tantangan kami kali ini adalah di …

Tantangan 5 Tahun pertama pernikahan

Sejak dulu sebelum menikah saya suka takjub ketika melihat pasangan kakek nenek yang tetap mesra dan penuh kasih sayang diusia senja mereka walau bagaimanapun kondisi mereka. Mereka telah berhasil melewati tantangan demi tantangan ( setelah Belajar komunikasi produktif, berusaha mengganti ganti kata masalah dengan tantangan 😊) dalam kehidupan pernikahan mereka. Ditengah banyak pasangan muda yang usia pernikahannya masih seumur jagung tapi sudah harus berpisah (cerai) dengan berbagai alasan yang ternyata sangat sepele dan masih bisa diperbaiki jika mereka punya motivasi kuat untuk mempertahankan mahligai rumah tangga. Hal-hal seperti ini sangat membuat saya bersedih, apalagi jika pasangan muda itu adalah orang-orang saya kenal walaupun sepintas dan sudah memiliki anak. Saya membayangkan bagaimana nasib anak tersebut tumbuh dalam keluarga yang broken home. Pasti sangat tidak nyaman.

Beberapa kali saya dan suami mendapati curhat via Chat atau kedatangan pasangan muda yang sedang be…

Maafkan ummi, Neuk

Adalah suatu kebahagiaan ketika pertama kali mengetahui bahwa di dalam rahim ummi, telah ada sebuah janin. Sebulan setelah menikah dengan yabi, tiba-tiba ummi mulai sering mual, gak bisa nyium makanan atau apapun yang berbau tajam, bawaannya lemes. Segera yabi membeli tespack di apotik, besok paginya ummi pun segera tes, hasilnya seperti dugaan, dua garis bertengger di alat tersebut. Bahagia pasti. Cemas juga iya. Ummi akan segera jadi ibu. Status Single yang baru sebulan berubah menjadi istri, tak lama lagi InsyaAllah juga akan bertambah menjadi seorang Ibu. Akankah ummi mampu menjadi ummi yang baik bagimu dan adik-adikmu kelak? Walaupun seabreg buku parenting juga sudah ummi lahap jauh sebelum Ummi dan yabi ditaarufkan hingga saat kamu tersemai dirahim ummi. Tapi, kecemasan itu tetap berkecamuk di dada ummi. Karena yang ummi tahu, teori dengan praktek tak akan 100% sama. Bismillah, hanya tawakkal dan berdoa kepada Allah setelah ikhtiar bekal ilmu sudah ummi persiapkan. Hingga 8 bul…