Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Ummi, itu ada ALLAH!

Ummi, Itu Allah...By Safriani

Suatu waktu ketika kami sedang membaca buku bersama, Ammar(3y) berteriak senang," Ummi, itu ada Allah".  Ternyata dia melihat tulisan Allah didalam buku tersebut. Untuk usia ini, anak memang masih  berpikir konkrit. 
Ummi :"Oh iya, ini hanya tulisan nama Allah sayang. Kita belum bisa melihat Allah di dunia ".
Zaid : "Kapan kita bisa lihat Allah mi?"
Ummi :"IsyaAllah nanti orang-orang yang beriman, akan bisa melihat Allah di surga ", emak berusaha bicara dengan pelan agar mereka bisa meresapi kata perkata yang emak sampaikan, sambil menatap anak-anak dengan senyum.
" Jadi, kita harus jadi orang baik dan taat sama Allah, agar nanti bisa melihat wajah Allah, itu hadiah tambahan yang Allah berikan kepada penduduk surga, siapa yang mau masuk surga dan melihat Allah?" Dan anak-anak pun berteriak berusaha menjadi yang pertama menjawab bahwa mereka ingin masuk surga dan melihat Allah. Alhamdulillah. 


Percakapan se…

DIY Counting Board

Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah, akhirnya jadi juga merealisasikan  keinginan untuk membuat alat belajar mengenal angka untuk Ammar(3y) yang sudah lama tertunda. Salah satu kegemaran emak adalah mengumpulkan barang-barang bekas yang kiranya masih mempunyai nilai manfaat ketika diolah kembali, salah satunya kardus bekas apapun yang masih bagus, pasti masuk gudang penyimpanan emak dirumah. 😂 Tapi, seringnya bahan-bahan itu terus menumpuk di rumah, yang entah kapan punya waktu untuk mengeksekusinya,. Hal ini disebabkan waktu luang yang sangat langka, sehingga akhirnya keinginan itu selalu tertunda beberapa lamanya. Maklum, emak artis sok sibuk 😁
Nah, kebetulan Rumah Belajar Craft IIP Batam mengadakan challenge Keluarga IIP Batam untuk membuat karya dari bahan dasar kardus, ini kesempatan langka buat emak yang tak boleh disia-siakan. Walaupun waktunya sangat mepet gak sampai seminggu, emak berusaha untuk bisa ikutan challenge ini. Malam kemarin akhirnya mengadakan family forum…

Melatih Kemandirian Anak2# "Aku Bisa Makan Sendiri"

"Aku Bisa Makan Sendiri"
Makan sendiri merupakan salah satu kemandirian yang sangat perlu dilatih sejak dini. Zaid dan Ammar sejak umur 2 tahun sudah dilatih makan sendiri. Diantara sekian latihan kemandirian, Zaid dan Ammar paling lama lulus di point makan sendiri. Setelah direwiew, ternyata penyebab lamanya lulus di point ini karena campur tangan emaknya juga 😀
Emaknya kurang sabar kalau lihat anak-anak makannya lamaaaa banget dan menyisakan makanan. Kalau cuma kotor emak masih woles aja, tapi kalau makanannya bersisa emak tengsin gimana gitu. walaupun selalu disounding agar mengambil makanan sesuai dengan porsi perut masing-masing agar tidak bersisa dan mubazir, tetap aja bersisa, ujung-ujung biar gak mubazir masuk perut emak, akhirnya emak makin lebar, gimana gak tengsin coba 😁. 
Anehnya kalau disuapin, anak-anak makannya lahap, efek tangan emak sepertinya, yang bisa mengubah rasa masakan jadi istimewa 😜. Penyebab lainnya, karena kalau lagi diluar, emak juga lebih milih …

Melatih Kemandirian Anak#4 " Horrey...Tantangan 1 Sukses!!! "

Alhamdulillah tantangan melatih Abang Zaid makan sendiri bisa dibilang cukup berhasil, tinggal konsisten saja dalam penerapannya. Ini PR buat emak agar tidak mudah goyah dan kasihan kalau anak malas makan jika tidak disuapin. Pelajaran selama melatih point ini,emak cukup tawarkan anak untuk makan, jika anak belum mau karena belum lapar atau masih asyik bermain, emak biarkan saja dulu. Jika anak sudah lapar nantinya dia juga akan makan sendiri tanpa perlu disuruh apalagi disuapin. Seperti hari ini, karena migran emak kumat dan yabi juga sedang keluar kota, jadinya emak gak masak. Emak minta tolong bunda Emy antarin ke RM Simpang Ampek untuk beli nasi Padang ayam serundeng kesukaan anak-anak. Ketika tiba di rumah, emak tawarin mereka makan. 
Ummi : " Abang, mau makan sekarang atau sebentar lagi? Mumpung nasinya masih hangat."
Abang : " Nanti aja ummi, Aid masih capek, gerah kali mi"
Ummu : " Baiklah, nanti kalau udah gak gerah, makan terus ya. Nasinya di atas meja,…

Melatih Kemandirian Anak#4 " Kita lawan malasnya yuk, Anak keren. Bukan anak permarah!"

Merubah suatu kebiasaan memang bukan hal yang gampang dan semudah membalik telapak tangan. Apalagi jika kebiasaan itu sudah bertahun-tahun, bahkan selama hidup dan sudah mendarah daging. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin bukan. Ala bisa karena biasa.Sesuatu yang tidak baik sangat  perlu dirubah. Terlebih lagi yang berkaitan erat dengan kebaikan seseorang  dimasa depan nantinya. Kuncinya sebenarnya mudah,  hanya perlu latihan, latihan, dan latihan serta istiqomahlah. Tapi pelaksanaannya tidak semudah ucapan. :-DHari ini saya masih melatih point makan sendiri untuk Abang Zaid. Alhamdulillah kemajuannya pesat. Bangun tidur pagi ini anak-anak saya ajak untuk mandi, cut bang Zaid tanpa banyak protes segera mandi. Kemudian request sarapan nasi goreng. Cas cis cus, dalam sekejap nasi goreng sudah matang dan siap disantap. Belum sempat emak hidangkan, panggilan darurat dari kamar memanggil. Iyess..Baby Hamzah,kesayangan keluarga, menangis. Terpaksa emak segera menenangkan sibaby.
Syafri sayang, mari berbenah dan istiqomahlah!

    Menjalani peran sebagai Full Mother at Home ternyata tidak serta merta menjadikan hubungan saya dengan anak-anak Seiya sekata. Dua puluh empat jam setiap hari saya berinteraksi bersama mereka, tentunya komunikasi kami pasti intens. Tetapi, selama ini saya merasa masih ada yang kurang dalam hubungan kami. Ada yang tidak ngeklik. Kadang saya merasa lelah dan gagal menjadi ibu, ketika hal-hal yang saya sampaikan dan saya harapkan dari anak-anak, ternyata tidak ditangkap dan tidak ada feedback sesuai yang saya harapkan. Saya lelah berkutat di permasalahan yang sama saban waktu dan hari. Saya harus temukan solusinya. 

    Hingga akhirnya saya bertemu dengan Institut Ibu Professional  Setelah berjibaku di program komukasi, anatkannikasi produktif sebagai materi perdana di kelas Bunda Sayang dan berusaha konsisten menjalaninya dalam sebulan ini, saya jadi sadar masih banyak sekali kesalahan saya dalam berkomunikasi, terutama dengan anak-anak…

Melatih Kemandirian Anak#3, " Ayo berlatih lagi "

Memasuki hari ke#3 tantangan melatih kemandirian, emak masih harus berjuang. Karena ditinggal Abi keluar kota selama beberapa hari, emak dan 3 krucils terpaksa ngungsi kerumah Bunda Emy. Bukan karena gak berani dirumah ya 😁 (Emak kan setrong).  Cutbang Ammar(3y) dan Baby Hamzah(4m) sedang sakit Batpil disertai demam, khawatir jika anak2 rewel barengan tengah malam dan harus mendiamkan sendirian, emak bakalan ikut nangis juga nanti 😂. Bangun pagi anak-anak udah kelaparan, karena tadi malam tiba  ke rumah  dari RS sudah pukul 20.00 WIB dan mereka belum makan malam. Sampai rumah  mereka udah ngantuk berat, terutama Cut bang Ammar, jadi cuma makan beberapa suap saja sebagai pengganjal perut. Cut Bang  Ammar emak putuskan disuapin karena sudah ngantuk berat, daripada gak makan sedikitpun lebih bahaya. Abangda Zaid walaupun juga sudah ngantuk tapi masih tetap semangat. Tidak lain dan tidak bukan karena menunya adalah menu kesukaannya, nasi goreng bumbu Aceh. Satu lagi karena makan bersama…