Langsung ke konten utama

Tips dan Trik mempersiapkan adik baru buat sang Kakak

" Si Kakak sekarang kenapa jadi manja ya, biasanya sudah sangat mandiri, ini pakai celana sendiri saja gak mau lagi"

"Si Abang tidak mau punya adik, katanya takut nanti tidak disayang lagi. Jangankan punya adik, emaknya aja gak boleh  gendong anak bayi orang lain"

" Anak saya suka mukul adiknya dan mereka gak pernah akur. Gak mau main bareng, selalu rebutan, padahal sudah sering di ingatkan agar sayang sama adiknya"


" Si Sulung sekarang jadi suka ngompol sejak punya adik, padahal dulu gak pernah lagi"


Pernah dengar keluhan atau pertanyaan senada seperti itu atau bahkan mom yang merasakan sendiri? Mom, Itu semua disebabkan efek kecemburuan yang timbul karena sang Kakak atau Abang belum siap atau tidak disiapkan untuk memiliki adik baru. Dia belum siap jika kasih sayang dan perhatian yang selama ini hanya untuk dia seorang tiba-tiba harus terbagi dengan hadirnya adik baru dalam keluarga yang akan merubah segalanya. Apalagi awal-awal kelahiran si bayi, seringnya perhatian  dan waktu sang ibu untuk sibayi lebih dominan. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, hati-hati mom, bisa menjadi sibling rivalry di keesokan hari. 

Berikut beberapa tips menyiapkan adik baru agar si Kakak atau Abang sayang dan cinta terhadap adiknya berdasarkan pengalaman saya mom.

1. Sampaikan rencana memiliki adik baru, idealnya jauh hari sebelum kita merencanakan kehamilan.
Sebelum memutuskan untuk hamil lagi, saya dan suami ajak diskusi si Abang tentang makna adik. Jadi ini bukan hanya keputusan suami dan istri saja, tapi anak sebagai salah satu anggota keluarga juga berhak ikut suara, karena mereka juga yang akan merasakan dampak hadirnya anggota keluarga baru nantinya.

2. Jika hamilnya tidak terencana, sehingga tidak punya waktu untuk mengajak diskusi sang Kakak, lakukan saat kehamilan. Sampaikan bahwa di perut bunda sekarang ada calon adik bayi. Sampaikan plus minusnya  punya adik. Beri dia keyakinan bahwa hadirnya adik bayi tak akan mengurangi cinta kita untuk dia, walaupun dalam hal waktu bersamanya akan sedikit berbeda nantinya. Ajak elus calon adik bayi di perut bunda dengan penuh cinta.
Alhamdulillah duo Abang dulu sangat excited ketika diajak elus calon adik bayi di perut ummi, bahkan bukan hanya elus tapi peluk dan cium. Haha. Dan ini akhirnya jadi aktivitas rutin mereka, setiap saya baringan, pasti mereka pegang perut saya dan cium sambil ngajak calon adik bayi ngobrol. Apalagi ketika sijanin geraknya udah aktif, mereka makin suka. Lucu-lucu gimana gitu kali ya, pas janinnya gerak-gerak sambil nanya sama saya, "ini kakinya ya mi?", "Ini pantatnya mi", "ini kepalanya mi". Haha
Akhirnya mereka yang tidak sabar menanti adik bayi lahir.

3. Ajak si Abang saat jadwal pemeriksaan kehamilan  atau minimal melihat foto-foto hasil USG calon debay dalam rahim bunda.
Duo Abang dulu kadang-kadang kami ajak saat periksa kehamilan. Di sana mereka juga bisa dengar langsung penjelasan dokter dan saran-saran dari dokter jika ada. Seperti saat saya diharuskan banyak minum dan istirahat agar tidak terlalu lelah yang bisa mengakibatkan kram atau kontraksi perut. Ketika dirumah, duo Abang ikut mengingatkan ketika saya lupa diri sehingga kelelahan. So sweet banget deh, ada banyak pangeran ganteng yang perhatian. Hehe

4. Ikut sertakan si Kakak/Abang saat menyiapkan keperluan untuk menyambut  kelahiran bayi dan menyiapkam nama untuk adik bayi.
Ini sangat menyenangkan untuk si Kakak. Rasa memilikinya akan semakin tumbuh, sehingga diharapkan ketika sang bayi lahir, si Kakak ikut menyayangi adiknya sepenuh hati.

Duo Abang juga sangat senang dulu saat diajak menyiapkan barang-barang calon adik bayi, sambil nostalgia waktu mereka bayi dulu. "A dulu juga pakai ini ya mi?",
"A dulu juga punya ini?", "Ini selimut A waktu bayi ya mi?, Nanti dipakai adik bayi?", dan berbagai pertanyaan lainnya.

5. Ceritakan hal-hal yang akan terjadi ketika adik bayi sudah lahir, jangan PHP    atau hanya menyampaikan yang indah-indah saja.
Dengan kehadiran bayi, pasti akan ada hal-hal yang biasanya bebas kita lakukan bersama si Kakak menjadi berubah. Misalnya, kita tidak bisa setiap waktu bermain bersama si Kakak, kini ada waktu yang harus kita berikan untuk adik bayi misalnya menyusui, dll.

6. Sebagai orang tua, kita tidak perlu bersikap excited berlebihan untuk menyambut adik dan tidak perlu menumpahkan kasih sayang berlebihan ke kakak karena takut nanti tidak bisa bersikap adil. Tetap berusaha bersikap tenang dan seimbang.

7. Siapkan waktu khusus untuk kakak setelah kelahiran adik. Jangan biarkan kakak merasakan kehilangan diri kita setelah adik bayi lahir dengan alasan adik bayi masih sangat memerlukan bunda. Ingat mom, kakak juga masih sangat memerlukan kita, bersikap adil lah. Luangkan waktu minimal 30 menit ayah dan bunda menjadi milik kakak sepenuhnya, bergantian minimal 1 x sehari setiap hari sangat penting. Dalam 30 menit itu jadilah milik kakak sepenuhnya, tidak sambil melakukan hal lain misalnya sambil bergadget, sambil menyusui, sambil baca buku atau sambil-sambil lainnya.

8. Tidak membebani kakak dengan tugas menjaga adik melebihi kemampuannya. Rentang perhatian anak dibawah 2 tahun hanya 5-10 menit dan dibawah 7 tahun hanyalah 20-30 menit, dan semakin meningkat hingga sekitar 45 menit di usia baligh. Meminta anak dibawa 7 tahun menjaga adik sementara anda menyelesaikan tumpukan cucian, setrikaan atau seabrek perkerjaan rumah hanya akan menghasilkan rasa frustrasi pada anak.

8. Seringlah memuji interaksi kakak dan adek meskipun hanya sekedar saling tersenyum atau duduk bersama dengan pujian efektif yaitu memuji perilakunya, bukan orangnya.

9. Tidak membanding-bandingkan.
“MasyaAllah adek hebat sudah bisa merangkak umur segini ya, Abang dulu belum bisa lho.. ” atau sebaliknya “Adek kok ngga seperti Abang, dulu Abang itu umur segini udah bisa jalan, dll”
Setiap anak itu unik, walaupun lahir dari rahim yang sama dan dibesarkan oleh orangtua yang sama. Membanding-bandingkan hanya akan menumbuhkan bibit kecemburuan pada diri anak sehingga berujung dengan sibling rivalry yang berkepanjangan bahkan  permusuhan antar saudara hingga dewasa. Na'udzubillahi min dzalik.

Oke mom, jika berniat menambah adik buat si Kakak atau si Abang, tips diatas boleh dicoba ya.

Tulisan ini saya buat dalam rangka arisan blog dan memenuhi tema dari Mb Putri Pamelia sebagai pemenang arisan kali ini. Silakan juga mampir ke blog beliau untuk membaca berbagai tips dan trik keren lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ummi, itu ada ALLAH!

Ummi, Itu Allah...By Safriani

Suatu waktu ketika kami sedang membaca buku bersama, Ammar(3y) berteriak senang," Ummi, itu ada Allah".  Ternyata dia melihat tulisan Allah didalam buku tersebut. Untuk usia ini, anak memang masih  berpikir konkrit. 
Ummi :"Oh iya, ini hanya tulisan nama Allah sayang. Kita belum bisa melihat Allah di dunia ".
Zaid : "Kapan kita bisa lihat Allah mi?"
Ummi :"IsyaAllah nanti orang-orang yang beriman, akan bisa melihat Allah di surga ", emak berusaha bicara dengan pelan agar mereka bisa meresapi kata perkata yang emak sampaikan, sambil menatap anak-anak dengan senyum.
" Jadi, kita harus jadi orang baik dan taat sama Allah, agar nanti bisa melihat wajah Allah, itu hadiah tambahan yang Allah berikan kepada penduduk surga, siapa yang mau masuk surga dan melihat Allah?" Dan anak-anak pun berteriak berusaha menjadi yang pertama menjawab bahwa mereka ingin masuk surga dan melihat Allah. Alhamdulillah. 


Percakapan se…

Melatih Kemandirian#1 "Ayo berlatih dan berproses bersama"

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah materi kedua di Kelas Bunda Sayang Batch 3 Institut Ibu Professional sudah selesai dikunyah dan dilahap dengan semangat. Saya sangat bahagia karena materi kali ini juga sangat sesuai dengan kebutuhan keluarga saya saat ini. Bukan hanya materinya yang membuat fikiran semakin tercerahkan, tetapi Game Level 2 ini juga sangat pas. Saat ini saya sedang berusaha keras melatih kemandirian untuk anak-anak di beberapa hal yang masih belum konsisten. Dengan adanya tantangan di game kali ini, akhirnya kami sepakat untuk kembali merumuskan ulang dan detail serta berupaya untuk mendokumentasikan proses melatih kemandirian anak-anak kali ini. 
Dari hasil family forum sederhana kami tadi malam sebelum tidur 😀 , kami sepakat dan telah mencatat point-point yang akan kami berusaha terapkan  bersama. Point yang menjadi fokus kami adalah hal-hal yang sebenarnya anak-anak sudah bisa namun tidak konsisten disebabkan berbagai alasan. Tantangan kami kali ini adalah di …

Maafkan ummi, Neuk

Adalah suatu kebahagiaan ketika pertama kali mengetahui bahwa di dalam rahim ummi, telah ada sebuah janin. Sebulan setelah menikah dengan yabi, tiba-tiba ummi mulai sering mual, gak bisa nyium makanan atau apapun yang berbau tajam, bawaannya lemes. Segera yabi membeli tespack di apotik, besok paginya ummi pun segera tes, hasilnya seperti dugaan, dua garis bertengger di alat tersebut. Bahagia pasti. Cemas juga iya. Ummi akan segera jadi ibu. Status Single yang baru sebulan berubah menjadi istri, tak lama lagi InsyaAllah juga akan bertambah menjadi seorang Ibu. Akankah ummi mampu menjadi ummi yang baik bagimu dan adik-adikmu kelak? Walaupun seabreg buku parenting juga sudah ummi lahap jauh sebelum Ummi dan yabi ditaarufkan hingga saat kamu tersemai dirahim ummi. Tapi, kecemasan itu tetap berkecamuk di dada ummi. Karena yang ummi tahu, teori dengan praktek tak akan 100% sama. Bismillah, hanya tawakkal dan berdoa kepada Allah setelah ikhtiar bekal ilmu sudah ummi persiapkan. Hingga 8 bul…

Tantangan 5 Tahun pertama pernikahan

Sejak dulu sebelum menikah saya suka takjub ketika melihat pasangan kakek nenek yang tetap mesra dan penuh kasih sayang diusia senja mereka walau bagaimanapun kondisi mereka. Mereka telah berhasil melewati tantangan demi tantangan ( setelah Belajar komunikasi produktif, berusaha mengganti ganti kata masalah dengan tantangan 😊) dalam kehidupan pernikahan mereka. Ditengah banyak pasangan muda yang usia pernikahannya masih seumur jagung tapi sudah harus berpisah (cerai) dengan berbagai alasan yang ternyata sangat sepele dan masih bisa diperbaiki jika mereka punya motivasi kuat untuk mempertahankan mahligai rumah tangga. Hal-hal seperti ini sangat membuat saya bersedih, apalagi jika pasangan muda itu adalah orang-orang saya kenal walaupun sepintas dan sudah memiliki anak. Saya membayangkan bagaimana nasib anak tersebut tumbuh dalam keluarga yang broken home. Pasti sangat tidak nyaman.

Beberapa kali saya dan suami mendapati curhat via Chat atau kedatangan pasangan muda yang sedang be…