Langsung ke konten utama

Blog Review : Jalan-jalan ke rumah Si Ibuk


Bismillahirrahmanirrahim...


Tulisan saya kali ini beda. Kali ini saya ingin mereview blognya salah satu teman di Rumbel Menulis IP Batam, si Ibuk Desy Oktafia. Ini pertama kalinya saya mereview blog seseorang.  Jujur, sebenarnya gak pede banget ngereview blog mbak Desy. Alasannya, karena saya khawatir tulisan saya tidak bisa mewakili ke-kece-an blog yang saya review ini. Tapi karena ini merupakan tema arisan kali ini, mau tidak mau saya harus memecut diri. Maafkan saya mbak Desy, jika review saya tidak mampu menggambarkan ke-kece-an blognya ya😊



Sebelum mereview blognya, izinkan saya memperkenalkan sipemilik blog kece ini terlebih dahulu. Pemilik nama lengkap Desy Oktafia ini lahir di Magelang, 21 Juni 1989. Ternyata usia mbak Desy masih sangat muda, tetapi kepiawaian dan cara berfikirnya melebihi umur biologisnya. Jujur, saya salut dan kagum banget sama mamak satu ini walaupun baru beberapa kali bertatap muka di kegiatan offline Komunitas Ibu Professional Batam. Kesan saya terhadap beliau ketika pertama kali bertemu, ramah dan friendly. Oya, saya adalah salah satu pembaca setia tulisan beliau. Membaca tulisan-tulisannya membuat saya merasa sudah kenal lama dan merasa dekat.



Ibuk dari Khalid Alwalid dan istri dari pak Taufik Nugraha ini, selain pintar nulis, beliau juga jago masak lho. Hal ini bisa di lihat dari postingan di blog dan akun youtubenya, yang bikin ngiler siapapun yang melihatnya dan pengen segera coba praktik resepnya. Apalagi ditambah foto-foto hasil jepretannya yang sangat menggoda. Saya salah satu korbannya, wkwk.  Jadi, hati-hati ya nanti kalau jalan-jalan kerumah(blog)nya😀. Salah satu menu masakan baru yang masuk dalam list menu di rumah kami adalah resep dari si Ibuk, Sop Ikan Batam. Walaupun ada modifikasi sedikit dari resep aslinya. Suami gak suka pakai ebi, jadi diganti udang segar. Dan ini jadi menu kesukaan suami saat ini, diluar resep warisan mertua pastinya. Hehe



Kabarnya, mbak Desy sudah mulai ngeblog sejak tahun 2008, lama juga ya. Tapi baru memutuskan untuk serius dan konsisten mulai tahun 2017. Mbak Desy memang hobi nulis dari kecil. Waktu kecil beliau sudah sering nulis dongeng dan cerpen, tapi sayangnya karya-karyanya itu hanya berakhir dibawah bantal. Beliau merasa menulis itu bukanlah passion atau bakat yang bisa dikembangkan. Alih-alih mengasah bakat menulisnya, malah beliau melanjutkan sekolah dan kuliah di akuntansi. Tapi itulah hidup. Semua yang terjadi dalam hidup kita, tak lepas dari ketentuan atau takdir Allah. Selalu ada hikmah dibalik apapun yang terjadi. Pasti ada kebaikan didalamnya jika kita mau merenungi.



Tak ada kata terlambat. Saat ini si Ibuk memilih resign dari pekerjaannya dan memilh menjadi full mother at home mendampingi dan membersamai setiap tumbuh kembang putranya  dan juga sudah aktif menulis kembali. Tulisan-tulisannya enak dan renyah dibaca, serta bergizi tentunya. Rasanya rugi jika melewati tulisan-tulisan Mamak satu anak ini. (Uups..kabarnya bentar lagi akan berubah status lagi jadi mamak anak dua😀, semoga selalu sehat dan lancar persalinannya ya mbak)



Si Ibuk memilih tema lifestyle menjadi tema blognya. Hal ini karena sebagian besar tulisannya berisi tentang parenting, kuliner, dan juga review perjalannya bersama keluarga kecilnya. Salah satu satu motivasi mbak Desy ngeblog saat ini  selain untuk menyalurkan hobi menulisnya adalah sebagai dokumentasi jurnal anaknya, Khalid. Makanya, jika kita jalan-jalan ke blognya, maka kita akan menemukan banyak tulisan bertema parenting yang berisi cerita kesehariannya bersama anaknya yang sarat hikmah dan informsi yang sangat berguna untuk para mahmud.



Selain sebagai momblogger, mbak Desy juga seorang mompreuner. Beliau berusaha untuk tetap berdaya walau dari rumah. Beliau adalah owner @Jalanjalambawabayi, yaitu rental perlengkapan Travelling bayi dan mainan anak. Kalau mau jalan-jalan bareng bayi, boleh banget rental sama beliau, insyaAllah akan dilayani dengan ramah dan sabar. Coba deh!😉



Jika penasaran dengan tulisan-tulisan beliau, silakan segera melipir ke :  



Blog : www.desyoktafia.com

Facebook : Desy Oktafia
Fanpage : desyoktafiadotcom
Instagram : @desyoktafia
Akun jualan : @jalanjalanbawabayi


Oke, sekian dulu review dari saya. Nantikan review selanjutnya ya😉












Komentar

  1. Makasi mba :)
    Reviewnya lengkap.
    Hehehe
    Tapi terlalu bagus rasanya mba.
    Wkwkwkkw
    Aku tdk sebagus ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ummi, itu ada ALLAH!

Ummi, Itu Allah...By Safriani

Suatu waktu ketika kami sedang membaca buku bersama, Ammar(3y) berteriak senang," Ummi, itu ada Allah".  Ternyata dia melihat tulisan Allah didalam buku tersebut. Untuk usia ini, anak memang masih  berpikir konkrit. 
Ummi :"Oh iya, ini hanya tulisan nama Allah sayang. Kita belum bisa melihat Allah di dunia ".
Zaid : "Kapan kita bisa lihat Allah mi?"
Ummi :"IsyaAllah nanti orang-orang yang beriman, akan bisa melihat Allah di surga ", emak berusaha bicara dengan pelan agar mereka bisa meresapi kata perkata yang emak sampaikan, sambil menatap anak-anak dengan senyum.
" Jadi, kita harus jadi orang baik dan taat sama Allah, agar nanti bisa melihat wajah Allah, itu hadiah tambahan yang Allah berikan kepada penduduk surga, siapa yang mau masuk surga dan melihat Allah?" Dan anak-anak pun berteriak berusaha menjadi yang pertama menjawab bahwa mereka ingin masuk surga dan melihat Allah. Alhamdulillah. 


Percakapan se…

Melatih Kemandirian#1 "Ayo berlatih dan berproses bersama"

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah materi kedua di Kelas Bunda Sayang Batch 3 Institut Ibu Professional sudah selesai dikunyah dan dilahap dengan semangat. Saya sangat bahagia karena materi kali ini juga sangat sesuai dengan kebutuhan keluarga saya saat ini. Bukan hanya materinya yang membuat fikiran semakin tercerahkan, tetapi Game Level 2 ini juga sangat pas. Saat ini saya sedang berusaha keras melatih kemandirian untuk anak-anak di beberapa hal yang masih belum konsisten. Dengan adanya tantangan di game kali ini, akhirnya kami sepakat untuk kembali merumuskan ulang dan detail serta berupaya untuk mendokumentasikan proses melatih kemandirian anak-anak kali ini. 
Dari hasil family forum sederhana kami tadi malam sebelum tidur 😀 , kami sepakat dan telah mencatat point-point yang akan kami berusaha terapkan  bersama. Point yang menjadi fokus kami adalah hal-hal yang sebenarnya anak-anak sudah bisa namun tidak konsisten disebabkan berbagai alasan. Tantangan kami kali ini adalah di …

Tantangan 5 Tahun pertama pernikahan

Sejak dulu sebelum menikah saya suka takjub ketika melihat pasangan kakek nenek yang tetap mesra dan penuh kasih sayang diusia senja mereka walau bagaimanapun kondisi mereka. Mereka telah berhasil melewati tantangan demi tantangan ( setelah Belajar komunikasi produktif, berusaha mengganti ganti kata masalah dengan tantangan 😊) dalam kehidupan pernikahan mereka. Ditengah banyak pasangan muda yang usia pernikahannya masih seumur jagung tapi sudah harus berpisah (cerai) dengan berbagai alasan yang ternyata sangat sepele dan masih bisa diperbaiki jika mereka punya motivasi kuat untuk mempertahankan mahligai rumah tangga. Hal-hal seperti ini sangat membuat saya bersedih, apalagi jika pasangan muda itu adalah orang-orang saya kenal walaupun sepintas dan sudah memiliki anak. Saya membayangkan bagaimana nasib anak tersebut tumbuh dalam keluarga yang broken home. Pasti sangat tidak nyaman.

Beberapa kali saya dan suami mendapati curhat via Chat atau kedatangan pasangan muda yang sedang be…

Maafkan ummi, Neuk

Adalah suatu kebahagiaan ketika pertama kali mengetahui bahwa di dalam rahim ummi, telah ada sebuah janin. Sebulan setelah menikah dengan yabi, tiba-tiba ummi mulai sering mual, gak bisa nyium makanan atau apapun yang berbau tajam, bawaannya lemes. Segera yabi membeli tespack di apotik, besok paginya ummi pun segera tes, hasilnya seperti dugaan, dua garis bertengger di alat tersebut. Bahagia pasti. Cemas juga iya. Ummi akan segera jadi ibu. Status Single yang baru sebulan berubah menjadi istri, tak lama lagi InsyaAllah juga akan bertambah menjadi seorang Ibu. Akankah ummi mampu menjadi ummi yang baik bagimu dan adik-adikmu kelak? Walaupun seabreg buku parenting juga sudah ummi lahap jauh sebelum Ummi dan yabi ditaarufkan hingga saat kamu tersemai dirahim ummi. Tapi, kecemasan itu tetap berkecamuk di dada ummi. Karena yang ummi tahu, teori dengan praktek tak akan 100% sama. Bismillah, hanya tawakkal dan berdoa kepada Allah setelah ikhtiar bekal ilmu sudah ummi persiapkan. Hingga 8 bul…