Selasa

J8 : Temukan Buddy-mu

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulilah memasuki pekan terakhir di kelas Ulat-Ulat. Banyak pengalaman dan ilmu baru selama hampir 2 bulan berada disini. Kejutan demi kejutan yang di hadirkan disetiap pekannya membuat saya merasa sangat tertantang dan selalu penasaran dan rugi rasanya jika harus bolos😁

Pekan ke 8 alias pekan terakbhir ini,, sebelum kami ulat2 lucu dan lapar ini memasuki kelas kepompong, dimana disana nantinya kami akan berpuasa selama 30 hari, kami mendapat tugas untuk mencari seorang Buddy. Pertama kali mendengar kata Buddy, jujur saya sangat merasa Asing, apa maksudnya mencati Buddy?aq

Ternyata setelah mendengar dongeng dari Bu Septi, saya baru paham makna Buddy yang dimaksudkan Bu Septi😁. Jadi kami bertugas mencari satu saja Buddy atau sahabat yang nantinya akan saling sharing, berbagi, menyemangati bahkan saling menyiapkan bekal untuk Buddynya sebagai persiapan menghadapi tantangan 30 hari di kelas kepompong.

Saya takjub sama semangatnya paira mahasiswi Bunda Cekatan ini, belum selesai bu Septi mendongeng tentang Buddy Sistem ini, teman2 ulat ini sudah saling melamar dan dilamar. Saya memilih besok saja ah mencari Buddy, tidur saja dulu πŸ˜….
MasyaAllah paginya saat saya buka Gadget, ternyata saya sudah dilamar, Alhamdulilah cocok dan saya terima nikahnya eh lamarannya. Haha.. Jadi inget masa dilamar dulu πŸ˜†


Oya, di Pekan 8 ini kami juga diberikan kesempatan untuk mengalirkan rasa, ciri khasnya IIP di semua Kelas pembelajaran. Tapi kali ini beda, kalau biasnya kita sendiri yang mengalir rasa, kali ini kita mendengar aliran rasa dari masing2 Buddy.

Pertama sekali saya meminta izin untuk melihat peta belajar mb erni. Kemudian baru mendengar aliran rasa dari beliau selama mengikuti kelas Bunda Cekatan terutama di Tahap Ulat-Ulat ini.





Ini aliran rasa Buddy Saya, Mb Erni Pangestuti.

Mb erni selama ini merasa keteteran. Beliau seneng banget masuk keluarga bermain bersama anak, banyak ide2 main untuk anak, tapi kadang malah saking banyaknya ide gak ada yg terealisasikan. Bahkan sampai pekan terakhir ini pun, beliau belum begitu mencerna materi di Keluarga uluwatu, karena beliau l baru ikut 2 pekan tapi belu bisa sepenuhnya belajar. Beliau berasumsi, mungkin karena beliau masuk 2 group. Jadi masih agak blank untuk managemen waktu nya

Saya mengajukan beberapa pertanyaan untuk Buddy saya.

1. Bagaimana rasanya (selama ini belajar di Bunda Cekatan)?
*senang, bahagia karna banyak ilmu yang saya dapatkan. Saya sebenarnya masih miniiiim banget ilmunya karna saya baru belajar*

2. Apa yang didapat (selama ini dari Bunda Cekatan)?
*banyak ilmu baru seperti, cara belajar dengan anak, managemen waktu (ternyata ada banyak metode & point penting yg harus diperhatikan)*

3. Pencerahan apa saja (yang didapat dari Bunda Cekatan)?
*dari mana harus memulai, karna selama ini saya masih sering bingung dr mana harus memulai memanage waktu, dari mana harus memulai bermain bersama anak. Walaupun belum sepenuhnya saya terapkan*

4. Usulan terhadap program (Bunda Cekatan)?
*belum ada usulan khusus sih mba, selama ini saya enjoy dengan cara belajar di kelas buncek tapi kalo boleh membandingkan saya lebih suka cara belajar di kelas bunsay. Di buncek ini kita hrs sering buka sosmed (FB) ya, padahal saya gak begitu suka buka sosmed*


Itu sedikit aliran rasa hasil ngobrol Bersam buddy saya.

Setelah melihat Peta belajarnya dan mendengar aliran rasanya, saya memutuskan membuat bekal tentang Tips Manajemen Waktu dan Menyusun kegiatan main bersama anak.


J 2. 7 : Refleksikan belajarmu

MasyaAllah, Alhamdulillah bisa tiba di pekan ke-7 tahap ulat-ulat. Sekarang saatnya menggelar tikar di pinggir danau, sambil menikmati secangkir coklat panas. Ambil keranjang dan membongkar isinya, serta membuka kembali mind mapping. Makanan apa saja yang sudah kami dapatkan setelah berkeliling di hutan pengetahuan Whuaa... Masya Allah, ternyata banyak sekali yang sudah saya dapatkan mulai pekan pertama hingga ketujuh ini. Bisa intip disini hasil belanja saya 


REFLEKSI BELAJARMU

Selama 7 pekan ini saya makan banyak makanan utama. Makanan utama yang pertama kali saya coba kunyah dan cerna adalah Ilmu Manajemen waktu. Selanjutnya saya menuju Ilmu Manajemen emosi. Berangkat lagi mencari ilmu Menyusun Portofolio dan Kurikulum Homeschooling yang saya dapatkan di keluarga 24Hourschool dan DI keluarga PortA. Kemudian masih berlanjut mencari ilmu komunikasi dan Ilmu perdapuran. MasyaAllah... Alhamdulilah semua makanan utama yang saya cari tersedia buanyaaak sekali di hutan pengetahuan ini. Selain ini sebenarnya banyak lagi cemilan-cemilan lezat yang menarik di sana, tapi saya berkali2 terus merapal mantra yang ibu septi sampaikan, Menarik tapi tidak tertarik. Makanan utama saja sudah sangat banyak sekali. Saya sangat kenyang dan tidak sanggup mengunyah hingga habis dalam satu waktu. Rasanya tidak sempat lagi cicip cemilan lain yg kelihatannya sangat lezat dan menggoda. 




REFLEKSIKAN KE PETAMU

Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku?

Alhamdulillah semua kebutuhan makanan utama yang saya tulis di peta di awal sebelum menjelajah huan pengetahuan sudah saya dapatkan semuanya. Tinggal saatnya kini mencerna lebih dalam dan pelan-pelan mengamalkan agar makanan yang saya makan tidak hanya jadi sampah tanpa terasa manfaatnya. 

Mana yang lebih banyak kudapatkan selama berkelana di hutan pengetahuan, makanan utama atau cemilan? Mengapa?

Alhamdulillah makanan utama yang lebih banyak saya dapatkan. Bahkan saya hanya nyicip sedikit cemilan yang saya rasa berkaitan dengan makanan utama yaitu ide main bersama anak.


Apa yang membuatku bahaga belajar di hutan pengetahuan? Mengapa?

Pengalaman belajar yang seru, belajar bersama, saling berbagi dan saling menyemangati. 

Apa strategi belajar yang kurasakan berhasil selama di hutan pengetahuan?
Apa yang harus kutingkatkan lagi?

Alhamdulillah saya ternyata suka belajar bersama, belajar dari pengalaman orang lain dan saya coba terapkan untuk diri sendiri yang kira-kira cocok dengan karakter saya. 





Senin

J6 : Tahaddu Tahabbu ❤️😍

Tenda-tenda sudah di bongkar, arena Camping Ground sudah bersih kembali, semua perlengkapan sudah beres, masing-masing ulat bersiap melanjutkan perjalanan kembali setelah seminggu camping bersama di sebuah camping Ground di Hutan Pinus. MasyaAllah.. Menyenangkan sekali ertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru, ngobrol secara personal dari hati kehati dan saling sharing pengalaman. Semoga ikatan pertemanan dan persahabatan terus berlanjut walaupun kelak akan berpisah menuju peta tujuan masing2.

Eits, tapi jangan berangkat dulu. Kita duduk2 sejenak lagi, saling memberi sedikit gift untuk teman-teman baru yang sangat berkesan dihati kita.
Saya memilih 3 orang teman baru yang akan saya berikan hadiah yang sudah saya persiapkan. Inginnya saya memberikan hadiah untuk semua teman yang saya temui selama di camping Ground kemarin, tapi karena waktu yang terbatas untuk menyiapkan hadiahnya, Bismillah saya haturkan 3 gift sederhana dari saya untuk mb erni, mb Ellen dan mb Ros. Bahagia sekali rasanya saat melihat mereka bahagia mendapatkan kado yang mereka sukai dan tentunya juga mereka butuhkan.


Tahaddu Tahabbu. Saling memberi hadiah lah, kalian akan saling mencintai. Ya, hadiah bisa menambah cinta diantara dua saudara atau sahabat. MasyaAllah.

Dari awal saya hanya fokus ingin memberi yang terbaik yang saya bisa dan yang disukai teman saya sesuai hasil obrolan2 kami. Apapun renspon dari yang diberi.
Dan saya sudah siap jikalaupun saya tidak mendapatkan hadiah apapun dari teman2 baru di Camping Ground. Alhamdulilah ternyata sebelum hadiah yg inginkan saya bungkus dan kirim, malah saya duluan yang mendapatkan hadiah dari teman2 yang saya ingin beri. Seperti sudah ada connected diantara kami 😍. Semu hadiah dari teman-teman sangat saya sukai dan butuhkan. Jazakumullah atas semua hadiah indahnya teman2 😘😘😘


Selasa

J5 : Camping yuk😍


Bismillah... Alhamdulillah saatnya camping di Hutan Pinus😍. MasyaAllah.. Setelah para ulat-ulat lucu ini kenyang melahap berbagai makanan dan cemilan di Kebun Apel, saatnya kami menuju Camping Ground Hutan Pinus bersama Kak Peni dan ribuan Ulat lainnya.

Saat camping ini kami diwajibkan untuk saling berkenalan lebih dalam dengan teman baru para ulat dari berbagai keluarga dan dari berbagai daerah, minimal dengan 5 ulat. MasyaAllah ternyata ramee dan seru sekali berbincang dan bertemu teman baru, saling bercerita dan saling sharing ilmu. Akan tetapi, saya ternyata kewalahan sangking banyaknya teman baru yang mengajak berkenalan dan ngobrol seru tentang makanan favorit masing-masing. Jadinya selama sepekan di arena camping Ground saya hanya sanggup berkenalan dengan 10 teman baruπŸ˜…πŸ˜

Dari hasil ngobras bersama 10 teman baru ini, saya bisa menarik kesimpulan keluarga atau makanan favorit mereka di kebun apel.
Inilah hasil orat-oret saya



Dari diagram sederhana ini terlihat Keluarga Manajemen Waktu menempati list terbanyak disusul Keluarga Kerumahtanggaan. Tetap yang terbanyak dari keluarga Favorit saya, padahal data Ulat-Ulat ini saya ambil secara acak yang muncul di saran pertemanan Facebook Aplikasi. Sepertinya wajar mengingat jumlah anggota keluarga Manajemen Waktu saat ini menembus angka 600an anggota keluarga, wajar menempati rangking keluarga Favorit.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi5
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

J4_ Keranjang Apelku : Konsisten mengatur waktu dengan Bullet Journal

Bismillah...

MasyaAllah tabarakallah... Alhamdulilah tak terasa sudah memasuki pekan ke 4 di Tahap Ulat-Ulat Kelas Bunda Cekatan. Setelah pekan sebelumnya kami mencari keluarga yang topik belajarnya sama untuk makan bersama di bawah pohon apel yang sedang berbuat lebat, pekan ini kami berkesempatan untuk memasukkan apel-apel ranum itu ke keranjang kami. Tentunya tetap, kami hanya boleh makan makanan utama kami biar tidak kekenyangan. Pekan ini saya masih tetap bertahan di keluarga pertama saya yaitu keluarga Uluwatu (Ulat2 waktu). Tidak tega rasanya meninggalkan keluarga yang sangat homey ini. Semua yang diobrolin bergizi dan memang yang sangat saya butuhkan. Agar lebih mendelam dan lebih sesuai kebutuhan para ulat, pekan ini keluarga Uluwatu mencoba untuk lebih fokus ke masing-masing Sub tema, Bismillah saya memilih masuk ke keluarga kecil Bullet Journal. Udah lama tahu Bullet Journal dan tertarik sehingga memasukkan ini dialah satu bagian subtema Ilmu Manajemen Waktu yang ingin saya kuasai dna terapkan dalam kesaharian.

Hmm... Apa sih Bullet Juornal itu? Ada yang juga sudah familiar atau malah ada yang baru dengar? 😁

Bullet Journal

Bullet Journal adalah sistem perencanaan sekaligus jurnal yang menggunakan media analog yang bertujuan merekam kejadian masa lalu, fokus terhadap hal yang terjadi saat ini dan merencanakan masa depan.

Mengapa saya memilih BuJo, salah satu strong why saya adalah karena ingin decluttering my mind. Ya, NgeBuJo ternyata bisa membantu kita memilah isi fikiran, menyimpan mana yang penting dan membuang yang tidak penting. Dengan BuJo kita bisa memilih mana yang akan duluan kita kerjakan, mana yang tidak perlu, serta bisa melihat apa yang bisa dan perlu kita kerjakan ke depannya. Fikiran jadi plong, tidak bertumpuk-tumpukan sehingga bingung apa yang harus kita kerjakan lebih dulu.

Nah, bagi kalian yang juga ingin belajar ngeBuJo juga bisa ceki2 pembahasan detailnya di Webnya ewafebri. Lengkap banget deh pembahasan disini.

https://www.ewafebri.com/2017/08/6-panduan-dasar-membuat-bullet-journal-untuk-pemula.html?m=1

Keluarga 24HourSchool

Setelah menyimak Go-Live Keluarga 24HoursSchool, yaitu kelurga Homeschooling di FBG Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional, saya tertarik Jug untuk masuk keluarga ini. Tentu saja karena ini juga salah satu makanan yang saya cari yang tertulis di Mind Mapping saya. Ternyata setelah gabung kesini, saya juga bahagia banget, seperti menemukan keluarga yang hilang 😁. Banyak inspirasi yang saya temukan dari sharing para anggota keluarga Homeschooler yang ada disitu. InsyaAllah akan betah juga disini, malah pada gak mau bubar group walaupun kelas Bunda Cekatan selesai nantinya. MasyaAllah.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP

#institutibuprofesional

J3 : Keluarga Baruku | Keluarga Uluwatu

Alhamdulillah memasuki pekan ke 3 di Tahap Ulat-Ulat. MasyaAllah.. Amazed. Itu yang saya rasakan selama hampir dua bulan belajar di Kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional. Selau ada kejutan-kejutan baru yang seru dan menyenangkan. Belajar seasyik bermain😍😍😍

Pekan sebelumnya kami ditantang untuk membuat potluck yaitu cemilan sesuatu yang kami bisa dan kami kuasai untuk dibagikan kepada teman-teman bunda cekatan lainnya. Akan tetapi potlucknya kali itu beda dari yang lain, karena harus dalam bentuk vidio atau minimal audio. Tidak boleh hanya sekedar tulisan seperti biasanya. Ini tantangan banget buat tipe yang tidak suka dan tidak biasa tampil live didepan umum seperti saya. Mencoba keluar dari zona nyaman. Ternyata setelah dicoba seruu juga. Banyak ilmu dan insight baru yang bisa kita dapatkan ketika mencoba hal baru. Ada 1800 Potluck yang  tersaji dan semuanya menarik untuk dicicip, tapi lagi-lagi ingat peta, biar gak kesasar. Alhamdulillah bisa menahan diri untuk gak banyak nyemil, tetap bisa fokus sama makanan utama sesuai peta. 

Nah untuk pekan ini kami Ulat-Ulat imut dan lucu ini diberikan kesempatan untuk mencari keluarga masing-masing yang makanan utamanya serupa biar kami bisa lebih nyaman "makan" dan ngobrol bareng. Awalnya saya bingung mau makan yang mana dulu, ada beberapa makanan utama yang ada dipeta saya, yang saya fikir penting dan mendesak untuk segera saya  dalami, diantaranya manajemen waktu, manajemen emosi, Portofolio Anak dan kurikulum personal, serta ilmu masak sehat cepat dan enak. Ada 4 keluarga yang harus saya cari agar bisa saling berbagi makanan utama yang sama. Semuanya rasanya penting dan mendesak. Tapi saya harus fokus disatu keluarga saja dulu, biar gak kena badai informasi nantinya. Alhamdulillah setelah dirunut lagi, akhirnya saya memutuskan untuk mencari keluarga manajemen waktu lebih dulu. Dan MasyaAllah luar biasa semangatnya teman-teman di kelas bunda cekatan ini. Ketika dapat arahan untuk mencari keluarga, pada langsung gercep. Belum selesai Gurunda kami Mendongeng (FB live), udah pada sibuk dan semangat cari anggota keluarganya dan langsung ada beberapa bikin WA group dan Tele Group. Saya langsung kecemplung masuk WA group manajemen Waktu, eh ternyata besoknya Wakil rektor kami, Mak Ika, malah berbaik hati membuat alur dan link group masing-masing keluarga sehingga memudahkan kami semua mencari anggota keluarga kami. Huft.. Akhirnya kami bisa bertemu dengan semua anggota keluarga Manajemen Waktu, dan ternyata keluarga manajemen waktu adalah keluarga terbesar dengan anggota hampir mencapai 500 anggota. Wow banget. Ternyata salah satu problem sebagian besar kami adalah manajemen waktu yang kacau sehingga kami semua merasa perlu untuk membenahi masalah ini. 



Keluarga Uluwatu



Apa itu keluarga Uluwatu? Ya, inilah keluarga saya saat ini. Keluarga Ulat Waktu. InsyaAllah disini kami sekitar 500an anggota keluarga  akan belajar bareng, ngobrol bareng dan saling share pengalaman tentang Manajemen Waktu. Di keluarga ini kami di pimpin oleh seorang Kepala Keluarga yang ketjeh banget yaitu  Mb Nur Laila yang kami sapa Mak KeKe (Emak Kepala Keluarga Manajemen Waktu 😁). MasyaAllah beliau sabar dan tenang banget mengawal diskusi keluarga dari awal hingga saat ini sehingga semua anggota merasa nyaman. Oya, Mak KeKe  juga dibantu oleh 2 orang asisten dalam mengelola diskusi keluarga, yaitu mb Hutriana dan Mb Wita. Berkat bantuan mereka, diskusi di group jadi terarah dan mengasyikkan. Bahkan yang ketinggalan diskusi karena jam online yang berbeda dengan anggota keluarga lainnya, tetap bisa makan makanan lezat hasil diskusi dan sharing yang dirangkum dalam bentuk infografis yang keren dan bahkan di buatkan bank data agar memudahkan anggota lainnya.




J2_ Pentingnya Portofolio Anak untuk membuat Personalized Curriculume

Bismillah.. Alhamdulilah memasuki pekan ke 2 berada di The Jungle Of Knowladge. Buanyaaak banget makanan2 lezat yang terhidang dan menggoda untuk disantap. Rasanya semua menarik, apalagi hidangan kali ini dalam bentuk vidio atau audio. Wah.. Menggoda sekali untuk nyicip satu-satu dari ribuan Potluck yang dihidangkan teman2. Tapi kembali lagi mengingat petuah dari gurunda Ibu Septi Peni Wulandani, fokus sama peta masing-masing dan mantranya yang selalu saya ingat "menarik tapi saya tidak tertarik". Walaupun hampir saja tanpa sadar menghabiskan waktu untuk nyicip yang bukan makanan yang tidak ada dipeta saya. Huft. Alhamdulilah kembali ke jalan yang benar akhirnya.

Makanan saya minggu ini adalah salah satu potluck lezat dari mb Rima tentang Pentingnya membuat Portofolio anak dalam menyusun Kurikulum Personal. Bisa disimak di Link berikut :

https://m.youtube.com/watch?v=7GF9_dH8Zfo&feature=youtu.be

Saya memutuskan fokus di ilmu ini untuk pekan ini. Alhamdulillah menemukan Potluck yang tepat seperti yang saya inginkan. Mb Rima ternyata Praktisi Homeschooling juga untuk anaknya dan sama seperti saya yang menggunakan Fitrah Based Education sebagai frameworknya. MasyaAllah senang sekali bisa menemukan guru untuk belajar tentang cara membuat portofolio dan kurikulum personal untuk anak2.

Dan pekan ini saya mencoba menyediakan potluck tentang Memahami Jenis Tipe Kepribadian dalam pengasuhan. Awalnya mau hidangkan dalam bentuk vidio tapi ternyata space memori full (ketahuan belum sempat konmari Gadget nihπŸ™ˆπŸ˜…) , jadinya akhirnya memutuskan pakai audio aja. Silahkan simak di link ini ya manteman, semoga bermanfaat 😊


https://drive.google.com/file/d/1okE3EZuybyNf3eu2stXUrVDXIDzOnvLT/view?usp=drivesdk

Perjalanan Si Ulat Mencari Makanan Lezat 1

Bismillah...

Alhamdulilah saat ini saya sudah berada di "The Jungle Of Knowladge". Surganya "makanan lezat". Begitu banyak makanan lezat yang terhidang disini. Rasanya semuanya lezat dan bergizi. Tapi sesuai petuah gurunda Kami, Ibu Septi Peni Wulandani, agar kami tetap fokus pada Peta kami masing-masing supaya tidak tersesat di hutan belantara ini. Fokus saja pada ilmu yang penting dan mendesak untuk kami kuasai saat ini, jangan tergoda dengan sesuatu yang kami belum mendesak kami butuhkan walaupun kelihatan lezat. Berbekal peta yang sudah saya persiapkan di Tahap Telur-telur sebelumnya, ketika dihadapkan dengan ribuan potluck dari teman-teman, saya mencicipi beberapa potluck dari teman-teman yang sesuai dengan ilmu yang saya butuhkan yaitu Manajemen Emosi. Saya sadari, anak-anak butuh ibu yang bahagia. Tapi, masih ada belenggu masa lalu yang mencekik saya sehingga seberapa besarpun keinginan saya untuk bisa bahagia saat bersama anak-anak, ada saja ledakan emosi yang terlepas tanpa saya sadari dan tanpa saya bisa kendalikan seperti mimik wajah tidak suka, kata-kata yang menyakiti bahkan kadang-kadang juga teriakan dan bentakan. Astaghfirullahal 'adziim😒
Masih ada inner Child yang harus saya buang jauh-jauh. Saya sudah pernah mengikuti Training Self Emotional Healing, tapi untuk benar-benar sembuh dan bersih tidaklah instan. Sampai saat ini saya masih terus dibimbing oleh Emak Safithrie Sutrisno untuk benar2 sembuh agar harapan saya bisa Membersamai anak2 dengan bahagia bisa terwujud. Aamiin







#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Yuk, Buat Peta Belajarmu!

Bismillah,,, Alhamdulillah. Setahap lagi kami para Mahasiswi Bunda Cekatan akan masuk ke Jungle of Knowladge. Telur orange akan segera menetas menjadi seekor ulat kecil yang lapar. Kami akan mengunyah banyak 'makanan'. Tapi kami harus jeli dan memilah, mana makanan yang
cocok dan sangat kami butuhkan saat ini untuk bekal kami memasuki fase kepompong agar bisa lahir menjadi seekor kupu-kupu indah.

Di tahap ini sebelumnya kami sudah mendengar dongeng dari Pak Dodik tentang Bagaimana membuat Mind Mapping alis Peta Belajar. Setelah mengulik telur oren saya, yaitu ilmu yang akan saya cari agar keterampilan saya ditelur merah meningkat sehingga tidak lama lagi saya bisa bermetamorfosis menjadi seorang Ummi Bidadari bagi anak2 saya dan istri selayak bidadari untuk suami saya.

Inilah mind mapping saya!


Mari bersiap berubah menjadi ulat-ulat dan memasuki Jungle of konwladge😍❤️

#mindmapping
#perjalanantelur-telur
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Yuk, Temukan cara Belajarmu!

Yuk, temukan cara belajar yang GW Banget! 

Bismillah.. Alhamdulillah sudah sampai pada tahap ini. Misi dilanjutkan. Sekarang saatnya kita mencari telur orange.
Pada telur orange kali ini, kami diminta untuk, 
1. Menentukan tujuan belajar dengan menemukan strong why. 
2. Ilmu apa saja yang kami perlukan
3. Sumber ilmu
4. Cara belajar yang gue banget. 


Tujuan belajar

Di tantangan sebelumnya saya sudah mendapatkan 5 telur merah , yaitu keterampilan yang penting dan mendesak apa saja yang ingin saya kuatkan agar kebahagian saya sebagai seorang istri, ibu dan perempuan semakin meningkat. 

Nah, sekarang saya ingin menjabarkan tujuan saya belajar berdasarkan
5 telur tersebut. 

1. Manajemen waktu

Salah satu telur hijau saya adalah Belajar dan bermain bersama anak-anak. Saya akan bisa tenang serta bahagia bermain dan belajar bersama anak-anak jika semua pekerjaan domestik saya sudah selesai. Makanan sudah tersaji, rumah dalam kondisi bersih dan rapi, dan tidak ada tumpukan pakaian kotor disana sini serta semua pakaian bersih sudah tertata dengan rapi di lemari😁. Kondisi keuangan keluarga yang belum memungkinkan untuk menyerahkan urusan domestik pada pihak ketiga mengharuskan saya untuk mengerjakan semua urusan domestik tersebut dengan beberapa bantuan dari suami dan juga anak-anak tentunya. 

Dengan adanya keterampilan managemen waktu, harapannya saya bisa menyelesaikan semau pekerjaan domestik agar saya bisa tetap fokus melaksanakan hal yang saya suka dan bisa, sehingga indeks kebahagiaan saya juga meningkat. Saya tidak mau terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang saya tidak suka hingga tidak bisa produktif dan bahagia. 

2. Managemen Emosi

Membersamai anak2 hampir 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, dengan berbagai konflik dan gesekan yang muncul tanpa terduga dalam beberapa kesempatan, membuat saya harus mengusai ilmu memenage emosi agar tetap tenang dan bahagia tanpa ada bentakan, kata2 yang menyakitkan, serta bahasa tubuh saya yang dapat mencedarai fitrah dan melukai jiwa anak-anak. 


3. Food preparation
Suami dan anak-anak adalah tipe yang suka makan makanan rumahan hasil olahan sendiri dirumah.Tapi, Memasak masuk kedalam kuadran yang saya tidak suka dan tidak bisa. Mau tidak mau, suka tidak suka, kenyataannya saya harus bisa masak makanan sehat dan enak yang untuk keluarga.

Tapi ada satu point yang bisa menaikkan indeks kebahagian saya di aktivitas memasak ini yaitu saya bisa memasak bersama anak-anak sebagai salah satu proyek belajar dan bermain. 

Jadi agar semuanya menjadi mudah dan menyenangkan serta bisa menghemat waktu, tenaga, pikiran, serta good mood dalam memasak, saya harus belajar ilmu food preparation termasuk nanti diantaranya juga Manajemen kulkas, manajemen belanja mingguan serta mengatur menu.


5. Ilmu Managemet Gadget

Saya adalah seorang learner, suka belajar hal-hal baru. Dan gadget adalah salah satu sarana yang sangat memudahkan jiwa belajar saya ini mereguk ilmu hingga kadang sampai keblablasan dan lupa waktu. 

Aktivitas yang membahagiakan saya yaitu bermain dan belajar bersama anak juga mengharuskan saya selalu update ilmu agar tidak mati gaya serta kehabisan ide. Dan lagi-lagi Gadget juga jadi andalan utama sebagai sarana untuk saya dalam belanja ide dan gagasan. 

Dua hal tadi membuat saya susah jauh dari Gadget hingga seringnya keblablasan menghabiskan banyak waktu dalam bergadget bahkan kadang sampai anak-anak menegur saya jika sudah lupa waktu. Sehingga saya merasa perlu memasukkan ilmu Management Gadget ini sebagai salah satu ilmu prioritas yang akan saya pelajari dan amalkan sesegera mungkin.


Ilmu yang diperlukan untuk memperoleh keterampilan di telur merah

Untuk meningkatkan indeks kebahagian saya, untuk sementara saya harus menyelesaikan dulu faktor pengganggu aktivitas yang saya suka dan bisa. Sehingga saya memilih ilmu yang penting dan mendesak yang harus saya pelajari yaitu :
1. Ilmu management Waktu
2. Ilmu Managemen Emosi
3. Ilmu Management Gadget
4. Ilmu Food Preparation

Sumber Ilmu

Video YouTube, Seminar/Kuliah online, internet, buku bacaan, belajar langsung dengan praktisi, mendatangi sumber ilmu/sang ahli. 

Cara Belajar yang Gue Banget
Saya termasuk tipe audio visual. Saya lebih suka mendengar dan langsung bertatap muka dengan guru, serta menuliskan ilmu yang Saya dapat serta langsung Action. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional


Temukan Terampilmu!

Bismillah...

Alhamdulilah setelah minggu Sebelumnya kami sudah menyelesaikan misi mencari 5 telur hijau yaitu kegiatan atau aktivitas yang kami Bisa dan Suka serta membuat kami bahagia, kami berhak melanjutkan misi selanjutnya yaitu Mencari telur merah.

Hmm..telur hijau, dan sekarang telur merah? Apalagi ini? Sangat menyenangkan bukan?πŸ˜„ Saya sangat menikmati melewati permainan demi permainan di kelas Bunda Cekatan ini. Amazing dan sangat menantang bagi saya😍

Telur merah adalah keterampilan yang penting dan mendesak yang harus kami kuasai agar kami terampil dan semakin dekat menuju Cekatan serta mencapai tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi saat melaksanakan aktivitas kami sebagai ibu, istri dan perempuan.

Untuk menemukan telur merah, kami harus menentukan keterampilan-keterampilan yang kami butuhkan kemudian membaginya kedalam 4 kuadran, yaitu penting dan mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting dan tidak mendesak serta mendesak tapi tidak penting. Dari kaudaran penting dan mendesak itulah saya bisa memungut telur merah yang akan saya prioritaskan untuk saya pelajari dan saya latih hingga terampil dan cekatan😊



Dan inilah hasil pencarian telur merah saya. Saya memilih 4 telur /keterampilan yang menurut saya penting dan mendesak yang harus saya kuasai



Yuk, Lacak Kekuatanmu

Bismillah... 

Alhamdulilah bahagia rasanya memasuki lagi ruang kuliah di Institut Ibu profesional, setelah sebelumnya secara bertahap mengikuti matrikulasi, Kelas Bunda Sayang, sekarang saatnya belajar kembali, mengosongkan gelas untuk siap menyerap banyak ilmu baru disini di kelas Bunda Cekatan. Belajar adalah hal yang sangat membahagiakan bagi saya, membuat saya berbinar, apalagi belajar hal-hal baru yang bisa meningkatkan kualitas diri saya sebagai seorang perempuan, ibu dan istri. . 

Lebih bahagia lagi karena di Kelas Bunda Cekatan ini, kita akan belajar dengan bahagia, dengan tagline "Belajar Merdeka dan merdeka belajar". Jadi kita belajar dengan bebas dan dengan gaya serta keunikan kita masing-masing. Akan ada 4 tahapan di kelas Bunda Cekatan ini, Tahapan telur-telur, Tahapan ulat, Tahapan Kepompong dan yang terakhir Tahapan kupu - kupu. MasyaAllah, dengan harapan Semoga Allah mudahan saya dan kami semua mahasiswi Bunda Cekatan untuk belajar disini dari telur hingga nanti menjadi kupu-kupu indah yang bisa memberikan banyak manfaat untuk sekitarnya, Aamiin ya Allah

Untuk tahapan pertama, kami harus melewati tahap telur-telur. Ditahap ini kami diarahkan melacak kekuatan kami masing-masing  dengan mencari telur hijau yaitu dengan mengelist daftar aktivitas kita sebagai perempuan, ibu dan istri. Setelah itu semua aktivitas itu akan dibagi kedalam 4 kuadran yaitu, Bisa dan suka, Bisa dan tidak suka, tidak bisa dan tidak suka, tidak bisa, dan suka. Aktivitas yang ada di kuadran Bisa dan Suka serta membuat kita bahagia inilah telur hijau yang akan kita asah sehingga menjadi Cekatan 😊😍

Kuadran Aktivitas

Dan inilah 5 telur hijau hasil pencarian yang saya bisa dan suka serta bahagia ketika melakukannya. Tidak mudah memilih 5 diantara hal yang saya merasa suka dan bisa serta membuat saya bahagia melakukannya.
Telur-telur hijau hasil pencarian

Mari kita bahas satu persatu mengapa 5 aktivitas ini membuat saya berbinar dan bahagia😊

1. Mengajar Alqu'ran

Sebagai seorang Muslim, sedih rasanya ketika menemukan fenomena banyak ibu2 bahkan nenek2 yang tidak bisa baca Alqur'an sama sekali apalagi membaca dengan baik dan benar. Padahal kita tahu bahwa Kitab Suci Alquran adalah pedoman hidup seorang muslim. Bagaimana cara kita mau mengambil pedoman sedangkan untuk tingkatan dasarnya saja tidak dikuasai. Begitu kira-kira yang terlintas dalam benak saya ketika mendapati fenomena ini.

Dan berangkat dari sebuah hadist shohih yang berbunyi, "Sebaik2 kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Alqur'an", membuat saya sangat bahagia jika sedikit ilmu yang saya punya ini bisa saya bagikan kepada saudari2 saya juga. Melihat perkembangan mereka dari tidak bisa menjadi bisa membaca Alqur'an adalah kabahagian yang tak terlukiskan. Serta dengan harapan ini bisa menjadi sedikit penambah berat timbangan amal kebajikan di yaumil akhir kelak. Aamiin ya rabbal 'alamin

2. Bermain dan belajar bersama Anak

Sebagai keluarga yang memilih jalur homeschooling untuk pendidikan anak-anak kami, bermain dan belajar bersama anak ini adalah sebuah keharusan dan konsekuensi yang harus kami jalani. Tapi ini konsekuensi yang membahagiakan. Saya menikmati dan bahagia bisa melihat tahap demi tahap perkembangan anak-anak. Ini adalah pilihan kami, saya, suami dan anak-anak yang lebih bahagia belajar bersama kami orangtunya secara bebas tanpa tersekat waktu dan ruang. Kami bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Bahkan setiap aktivitas kami adalah proses belajar itu sendiri.


3. Merapikan dan dekorasi rumah

Satu-satunya pekerjaan domestik yang saya suka, bisa dan membuat bahagia ketika melakukannya adalah merapikan rumah. Saya sanggup menyapu dan merapikan  rumah berkali2 dalam sehari. Saya bahagia melihat rumah rapi dan saya juga bahagia melihat anak-anak bereksplorasi sehingga rumah rapi dan bersih itu hanya bertahan sekejab saja😁

Saya bahagia melihat segala sesuatu tertata pada tempatnya, sehingga memudahkan mencari ketika membutuhkannya. Untuk itu sejak dini anak-anak  juga sudah mulai dilatih untuk disiplin untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Ditahapan

Selain merapikan rumah, saya juga suka melihat dekorasi rumah ala-ala selebgramπŸ˜…, tapi dengan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan dan gak rela menghabiskan uang banyak untuk hal-hal yang menurut saya itu tidak urgent, saya biasanya suka bikin sendiri alias DiY. Sehingga dengan modal yang tipis keinginan yang membahagiakan itu juga bisa dipenuhi.

4. Belajar hal-hal baru dan menarik

Saya suka belajar, ini juga salah satu kekuatan saya sesuai hasil dari Tallent Mapping Assesment. Saya suka belajar hal-hal baru yang menarik dan bermanfaat, termasuk belajar di Institut Ibu Profesional ini. Aktivitas belajar ini membuat saya berbinar dan bahagia. Saya senang berjumpa dengan siapa saja, karena saya sadar pasti akan ada hal baru yang bisa saya pelajari dari setiap orang dengan kehebatan dan keunikan masing-masing.

5. Mendengar

Aktivitas mendengar ini rasanya kelihatan sepele yaπŸ˜…, tapi entah mengapa saya bahagia melakukannya. Saya bahagia ketika  mendengar anak-anak bercerita apapun, saya bahagia mendengar suami cerita keseharian dan perasaannya, saya bahagia ketika teman-teman minta saya mendengar curhatan mereka. Saya bahagia mendengar kisah pengalaman orang lain. Saya bahagia mendengar bu Septi berdongeng di Kelas Bunda Cekatan ini. Saya bahagia karena saya bisa belajar dari kisah orang lain, saya bahagia kerena merasa berharga dan dipercaya. w
Walaupun saya sendiri dengan karakter  saya yang introvert sangat tidak suka bercerita.

Itulah 5 telur hijau saya, semoga segera menetas menjadi ulat (cari maka yang banyak), bersabar menjadi kepompong, dan, akhirnya bisa berubah menjadi kupu-kupu cantik 😍, insyaAllah.



#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional











Jumat

4 Permainan Seru Mengisi Family Time Ala Ismoe Family

Sabtu dan Minggu adalah hari favorit yang selalu dinantikan anak-anak dan juga saya pastinya. Mulai senin, setiap hari mereka akan bertanya ini hari apa, kemudian lanjut menghitung berapa hari lagi tiba hari Sabtu dan Minggu. Bagaimana tidak, karena hanya di dua hari tersebut mereka bisa puas bermain dan menghabiskan waktu seharian bersama Abinya. Saat ini sang Abi masih berstatus sebagai karyawan swasta, ini artinya 5 hari dalam seminggu beliau akan menghabiskan waktu di kantor atau turun ke lapangan untuk mengecek proyek, sehingga sangat sedikit waktu yang bisa digunakan untuk bercengkrama dengan para bocah. 

Jadi, akhir pekan bagi kami adalah momen yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Tak harus pergi ke tempat bermain , ke mall atau bahkan makan di luar. Cukup berkumpul bersama di mana saja tak  jadi masalah bagi mereka dan sudah cukup membuat bahagia, asalnya dengan syarat Tidak ada gadget diantara kita. Hoho,,,ya kami memang berusaha meminilisir sesedikit mungkin penggunaan gadget ketika sedang bersama. 

Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam mengisi family time yang juga berfungsi untuk membangun kekompakan keluarga, sebagaimana yang disampaikan oleh Bu Septi Peni Wulandani, founder Institut Ibu Professional saat Workshop Family Strategic Planning beberapa saat lalu di Batam, yaitu  ngobrol bareng, main bareng dan beraktivitas bareng. Tiga hal ini yang sering kami lakukan ketika kumpul bersama. 

Bicara mengenai main bareng, ini adalah beberapa permainan favorit anak-anak ketika main bersama kami.

Bermain peran atau socio-dramatic

Ini adalah permainan favorit anak-anak. Peran apa saja bisa mereka mainkan,bermain doctor-doktoran, polisi dan penjahat, pemadam kebakaran, masak-masakan atau perang-perangan melawan tentara Israel. Bahkan kadang saya speacless melihat totalitas mereka ketika bermain peran. Tak usah risaukan masalah property, semua benda yang ada dirumah bisa mereka sulap menjadi property yang mereka butuhkan. Kabel litrik bekas bisa mereka imaginasikan menjadi selang pemadam kebakaran misalnya. Saya dan suami cukup berperan sebagai figuran saja, pemeran utamanya adalah mereka. 

Seperti dilansirdari Nakita.grid.id, ternyata permainan sederhana ini sangat banyak manfaatnya loh, diantaranya :
1.  Anak bisa mempelajari banyak persn disekeliling dan lingkungan diluar mereka
2. Saat bermain peran, anak akan berfantasi dan kemudian meniru peran disekeliling, anak mengembangkan kemampuan kognitifnya, terutama dalam hal imaginasi dan kreativitas.
3.  Meningkatkan inteletual anak karena anak mempelajari seperti apa peran yang akan dilakoninyasaat bermain peran itu. Misalnya, Astronot itu ngapain ya?
4. Bermain peran akan menambah kosakata anak.
5  Mengasah moral juga dapat dipelajari saat bermain peran.

Jadi, jangan sepelekan permainan sederhana ini ya mak.

Tebak-tebakan
Ini adalah permainan paling mudah yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa memerlukan property yang ribet. Permainan ini termasuk salah satu permainan favorit keluarga kami dan bisa mengenyahkan rasa bosan. Kadang mereka akan anteng dan bisa tertawa lepas hanya dengan memainkan ini. Misalnya saat menemani saya mengikuti pengajian atau seminar atau rapat bersama komunitas jika bertepatan di hari sabtu dan minggu, biasanya semua akan ikut sekaligus mengantar saya. Jika tempatnya jauh dari rumah, suami dan anak-anak memilih menunggu disekitar tempat acara hingga acara selesai daripada harus bolak balik menjemput. Nah, bermain tebak-tebakan adalah salah satu pilihan jitu bagi mereka. Banyak pilihan jenis tebakan yang bisa dimainkan, misalnya tebak kata, tabak suara binatang , tangan mana yang ada isinya, tebak benda dan banyak lainnya yang bisa dijadikan tebakan. Tebakannya bisa berasal dari orangtua dan anak yang bertugas menjawab, bisa juga sebaliknya.

Ekspresi merenung, berpikir, berteriak menyebutkan jawaban selalu mengiringi kegiatan ini. Jika jawaban mereka benar, merekapun akan tertawa. 

Kelihatannya permaina ini sepele bukan, tapi manfaatnya ternyata tidak bisa disepelekan begitu saja. Berikut beberapa manfaat yang kami amati saat memainkan permainan ini adalah :
- Melekatkan hubungan anak dengan orangtua
- Membuat anak-anak dan orangtua bersuka cita. Salah satu tujuan bermain tebak-tebakan adalah bergembira. Saat mereka bisa menjawab dengan tepat setelah merenung dan berfikir, mereka akan tertawa senang dan riang. Jika jawaban salah mereka penasaran dan berpikir kerasagar jawabannya benar.
- Mencerdaskan anak-anak
Dalam bermain tebak-tebakan akan selalu ada pertanyaan. Pertanyaan yang akan membuat anak-anak memberdayakan pikiran dan pengalamannya untuk bisa menemukan jawabannya. 

Bermain Lego 

“Ummi, lihat Ammar buat rumah yang ada kebunnya untuk ummi!”. Seru Ammar bahagia menampakkan hasil karyanya untu ummi.

Saya rasa hampir semua anak suka bermain lego, begitu juga dengan tiga bocah di rumah kami, bahkan termasuk kami. Ada lego berbagai ukuran yang kami beli sejak Abang Zaid bayi dan sekarang juga bisa digunakan oleh adik-adiknya. Permainan asal Denmark kreasi Ole Kirk Crisatiansen ini berupa balok warna warni yang bisa dibongkar pasang menjadi bentuk apapun yang diingankan anak sesuai imaginasinya. Permainan ini juga seru dimainkan bersama keluarga loh. Kita bisa merancang dan membangun bersama suatu project yang disepakati bersama, rasanya seru dan menyenangkan.

Selain menyenangkan, ternyat bermain lego memiliki beragam manfaat, diantaranya:
a. Mengenalkan warna, bentuk dan ukuran
b. Melatih motorik halus
c. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas
d. Mengembangkan logika dan pemecahan masalah
e. Meningkatkan kemampuan sosialisasi dan kerja sama

Menyusun Puzzle

Selain lego, menyusun puzzle juga permainan favorit anak-anak. Tak perlu beli, cukup memanfaatkan gambar dari google lalu di print dan tempelkan ke kardus, kemudian di potong sesuai yang diinginkan, puzzle pun bisa dimainkan bersama.

Tak hanya menyenangkan, permainan ini punya sederet manfaat buat anak-anak. Apa saja sih manfaat bermain puzzle ini?
- Melatih memecahkan masalah
- Melatih koordinasi matadan tangan
- Melatih motorik halus
- Melatih keterampilan Kognitif

Wah, banyak ya manfaatnya. Yuk, mari main puzzle bersama sikecil, tentunya jug akan semakin mengeratkan bonding diantaraanak dan orangtua.

Nah, itu adalah beberapa permainan yang sering kami lakukan dalam mengisi Family Time di kelurga kami. Silakan dicoba, insyaAllaah dijamin akan semakin melekatkan hubungan anak dengan orangtuanya.





Lubnah Lukman, Sahabat yang Menginspirasi




Ruby- Mb Unna - Baby Hamzah- Abang Zaid- Syafri

Lubnah Lukman

Rendah hati, teguh pendirian, pembelajar ulung, gigih, kreatif serta totalitas. Itu adalah sederet karakter yang saya tangkap dari sosok seorang Lubnah Lukman. Mb Unna, begitu kami biasa menyapanya adalah seorang Ibu dua anak yang 'keren' dimata saya, begitu juga barangkali  dimata siapapun yang mengenalnya. Hal ini yang membuat saya jatuh cinta padanya. Mb Unna bukan ibu rumah tangga biasa. Lulusan magister ini rela meninggalkan karirnya dan memilih menjadi full time mother untuk kedua buah hatinya, Zaf dan Ruby. 'Tukang bacain buku anak' itu adalah salah satu pekerjaan yang sangat dinikmati mb unna dan dengan bangganya disebutkan ketika memperkenalkan diri ketika menjelaskan profesinya saat ini. Kelihatannya sepele ya, tapi efeknya luar biasa. Hal ini bisa dilihat hasilnya yang nyata dalam diri anak-anaknya. Di usia yang masih 4 tahunan, Zaf putra pertamanya sangat cinta buku dan sudah bisa baca sendiri tanpa diajarkan membaca. MasyaAllah Tabarakallah. 

Meet Up KHMB bersama teh Patra dan Kang Ishmir yang digagas oleh Mb Unna dkk


Awal Mengenal

Saya lupa kapan pertama kali bertatap muka langsung  dengan Mb unna, tapi kalau tidak salah saat gladi resik wisuda matrikulasi. Saat itu saya yang datang sendirian dan belum mengenal member-member Komunitas IP Batam karena setelah bergabung saya  baru saja melahirkan Hamzah sehingga belum  bisa mengikuti kopdar-kopdar yang diadakan sebelumnya. Rendah hati dan ramah, itu kesan pertama yang saya tangkap saat bersalaman dan cipika cipiki dengan mb unna. Walaupun baru pertama jumpa, rasanya seperti sudah kenal lama dan bawaannya tenang berada di dekatnya. Selama kurang lebih setahun berinteraksi dengan mb unna, kesan itu tetap melekat bahkan saya semakin terpana dengan kepribadiannya. Salah satunya adalah sikap sabarnya yang luar biasa dalam menghadapi anak-anaknya. Tidak pernah sekalipun saya lihat mb unna meninggikan suara, melotot, atau memarahi anaknya sekesal apapun. Mb unna akan sangat sabar dalam menghadapi tingkah mereka. Selain itu, Mb Unna juga seorang pembelajar ulung. Dia tak pernah berhenti belajar dan tak malu untuk belajar jika dia merasa kurang dalam hal itu, salah satunya, seperti semangatnya dalam mendalami ilmu Qur'an. 


Komunitas Ibu Profesional Batam


Setelah komunitas ini terbentuk, Mb unna ditunjuk menjadi Penanggung Jawab Rumbel Menulis. Hal ini jelas karena salah satu passion mb Unna adalah dibidang kepenulisan. Mb unna adalah seorang blogger yang sangat menginspirasi. Karena semangat dan motivasi darinya, banyak teman-teman Rumbel Menulis yang bergairah kembali menulis serta menghidupkan kembali blognya yang sudah lama mati suri. Bahkan saya sendiri yang belum akrab dan familiar dengan blog menjadi lebih semangat menulis. Bahkan, salah satu impian masa remaja saya menulis buku tercapai karena kegigihan mb unna mengajak kami menulis antologi Jungkir Balik Dunia Emak, buku pertama kami dan menjadi salah satu kenangan terindah bersama mb Unna.

Halal Bihalal Komunitas IP Batam di Kediaman Mb Unna


Perpisahan

Perpisahan dan serah jabatan PJ Rumbel Rulis dari Mb Unna ke Mb Desy


Setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Hal ini adalah keniscayaan. Tapi, setiap perpisahan seringkali membawa duka dan kehilangan. Entah kenapa tiba-tiba perasaan sedih langsung menyergap saat mengetahui mb unna akan pindah dari Kota Batam mengikuti suaminya yang pindah tugas ke surabaya. Saya yakin, ini juga dirasakan oleh teman-teman lainnya yang mengenalnya. Kami pasti akan sangat merindukan banyak hal tentang mb unna. 

Mohon maaf jika selama kita berinteraksi, ada salah dan khilaf yang tak disadari. Mohon maaf jika selama ini banyak merepotkan mb unna, Sering berantakin rumah mb unna. 

Mb Unna Terimakasih atas segala dedikasimu kepada Komunitas Ibu Profesional Batam. Terimakaish sudah menjadi teman dan saudara yang menginspirasi bagi kami semua. Teruslah menginspirasi, berbagi dan melayani dimana pun mb unna berada. Semoga keberkahan selalu melingkupi Mb unna dan keluarga. Semoga kita bisa jumpa kembali dalam keadaan yang lebih baik. Walaupun nantinya fisik kita berjauhan, semoga silaturahim tetap terjaga. Jangan lupakan kami disini😊

Salam sayang dari kami semua untuk mb unna. We Love u coz Allah. 

Rabu

Olahraga Favoritku, dulu dan kini


Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sebagai agama yang Syamil, islam sangat memperhatikan setiap detail kebutuhan penganutnya, termasuk dalam hal kesehatan yang salah satu menggapainya adalah dengan olahraga.

Rasulullah SAW sangat gemar berolahraga. Rasulullah pernah adu lari cepat dengan Aisyah ra. Rasul juga pernah menggelar adu ketangkasan berkuda dan menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penanggung jawab, sementara Suraqah bin Malik sebagai juri garis.

Paradigma terhadap urgensi olahraga ini juga ditekankan oleh para generasi berikutnya. Khalifah Umar bin Khattab menginstruksikan agar mengajari anak-anak olahraga panahan dan renang serta berkuda.

Ada tiga fungsi utama olahraga menurut Islam, yaitu :

1. Menjaga diri (self defense). Olahraga bisa membuat fisik seseorang menjadi kuat. Dengan latihan yang teratur dan kontinu akan menjadikan badan bugar serta berenergi, sehingga mampu membela diri dari serangan musuh jika suatu saat berada dalam kondisi ini. Pembelaan dan penjagaan diri adalah tuntunan dasar. Mempertahankan nyawa adalah satu dari kelima hak yang dilindungi dalam Islam (dharuriyat al-khamsah).


2. Media persiapan yang menguatkan pasukan Muslim untuk berjihad di jalan Allah SWT. Perang bukan hanya adu strategi, tetapi juga butuh kelihaian menggunakan senjata, kelincahan berkuda, dan penguasaan panah. Ini semua hanya bisa ditempuh melalui latihan yang kontinu, sarananya adalah berolahraga.
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya." (QS al-Anfaal [8]: 60). 


3. Menjaga kesehatan tubuh.
Tubuh yang sehat, energik dan kuat adalah anugerah tak terkira dari Sang Khalik. Anugerah ini harus kita jaga sebagai bentuk syukur kita kepadaNya. Ada banyak cara menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat, seperti kecukupan asupan gizi dan nutrisi. Selain itu, olahraga juga merupakan sesuatu   yang tak boleh disepelekan, karena deng berolahraga, aliran darah menjadi lancar dan metabolisme tubuh pun menjadi seimbang.

Nah, sebagai orang Islam, saya gak boleh dong menyepelekan anjuran yang sangat ditekankan oleh Rabb dan Rasul saya ini. Saya (dulu) sangat suka olahraga. Iya, dulu saat masih manggadis. Olahraga favorit saya dulu adalah Volly dan lari. Walaupun tidak ahli dan jago banget, tapi semenjak SMP-SMA karena olahraga inilah saya beberapa kali pernah diutus pihak sekolah untuk mengikuti lomba olahraga mewakili sekolah. Saya sangat menikmati setiap hal dalam olahraga ini, baik dalam hal strategi maupun tekniknya. 

Saat kuliah saya juga masih menekuni cabang olahraga ini , walaupun tidak sesering masa SMP. Dan saat ini setelah menjadi istri dan Ibu, bisa menekuni olahraga favorit ini mungkiin cuma mimpi. Waktu 24 jam sehari tak cukup untuk dimasukkan list olahraga. Tapi, gara-gara ini 


Minggu

Era Smartphone : Dunia dalam Genggaman

Kehidupan manusia saat ini tak bisa dipisahkan dari yang namanya teknologi. Sebut saja Handphone (HP) yang merupakan salah satu bentuk teknologi informasi yang saat ini tak terpisahkan dari penggunanya. Perkembangan zaman menjadikan Handphone yang dulu manfaatnya hanya sebagai alat komunikasi saat ini sudah berkembang jauh. Banyak hal saat ini bisa dilakukan dengan sebuah benda itu. Dan ini sangat menguntungkan untuk seorang manager rumah tangga seperti saya. 

Bagi saya HP bukan cuma sebagai alat komunikasi, tapi alat multifungsi yang sangat membantu keseharian saya. Ya, Smartphone bagi saya benar-benar smart. Ia bisa bisa berfungsi sebagai mushaf Alquran yang disertai murattall Alquran yang mudah  dibawa dan bisa dibuka kapan saja untuk dibaca ataupun didengar. Ditambah dengan adanya berbagai fitur keren yang memudahkan untuk menghafal dan muraja’ah baik per ayat, per halaman, per surat maupun per juz dengan berbagai qori yang bisa dipilih, ini nilai plus banget bagi saya. Belum lagi dilengkapi tafsir yang lengkap.  Selain itu, ia juga berfungsi sebagai kamera digital yang dengannya saya  bisa mengabadikan berbagai momen keseruan bersama anak-anak dan keluarga, aktivitas homeschooling anak-anak, portfolio, catatan materi seminar  karena gak bisa nyatat sambil gendong bayi. Ia juga berfungsi sebagai recorder ketika saya mengikuti berbagai seminar, workshop, bedah buku, kajian keislamam dengan membawa para bocah, karena yang namanya bisa menulis dan mendengar dengan kusyuk saat itu adalah momen yang langka, jadi rekamanlah solusinya. Nantinya, bisa diputar dan didengar ulang dirumah. Kemudian, sebagai buku resep terlengkap tempat emak yang tak terlalu jago masak ini bisa menemukan berbagai resep makanan yang halal, thoyyib dan sehat buat keluarga. Berfungsi juga sebagai buku tulis yang bisa dibuat nulis hanya dengan satu tangan sambil gendong bayi. Serta untuk berbagai keperluan lainnya yang memberikan kemudahan yang sangat bermanfaat buat emak rempong seperti saya yang cukup bisa didapatkan di dalam satu benda pintar ini.

Jika dulu ketika bepergian  rasanya ada kurang jika ketinggalan mushaf Alquran dan dompet, sekarang ada yang kurang jika benda pintar ini yang ketinggalan. 

Tetapi, sebagai makhluk yang Allah SWT anugerahi akal sudah seharusnya kita yang mengendalikan benda pintar ini, bukan malah kita yang dikendalikan sehingga kebablasan dalam menggunakannya. Bijaklah dalam berteknologi.

Tulisan ini saya buat dalam rangka arisan tulisan Rulis IP Batam dengan tema Me And Tecnology dari Mb Eka Mustikasari

Kamis

Blog Review : Jalan-jalan ke rumah Si Ibuk


Bismillahirrahmanirrahim...


Tulisan saya kali ini beda. Kali ini saya ingin mereview blognya salah satu teman di Rumbel Menulis IP Batam, si Ibuk Desy Oktafia. Ini pertama kalinya saya mereview blog seseorang.  Jujur, sebenarnya gak pede banget ngereview blog mbak Desy. Alasannya, karena saya khawatir tulisan saya tidak bisa mewakili ke-kece-an blog yang saya review ini. Tapi karena ini merupakan tema arisan kali ini, mau tidak mau saya harus memecut diri. Maafkan saya mbak Desy, jika review saya tidak mampu menggambarkan ke-kece-an blognya ya😊



Sebelum mereview blognya, izinkan saya memperkenalkan sipemilik blog kece ini terlebih dahulu. Pemilik nama lengkap Desy Oktafia ini lahir di Magelang, 21 Juni 1989. Ternyata usia mbak Desy masih sangat muda, tetapi kepiawaian dan cara berfikirnya melebihi umur biologisnya. Jujur, saya salut dan kagum banget sama mamak satu ini walaupun baru beberapa kali bertatap muka di kegiatan offline Komunitas Ibu Professional Batam. Kesan saya terhadap beliau ketika pertama kali bertemu, ramah dan friendly. Oya, saya adalah salah satu pembaca setia tulisan beliau. Membaca tulisan-tulisannya membuat saya merasa sudah kenal lama dan merasa dekat.



Ibuk dari Khalid Alwalid dan istri dari pak Taufik Nugraha ini, selain pintar nulis, beliau juga jago masak lho. Hal ini bisa di lihat dari postingan di blog dan akun youtubenya, yang bikin ngiler siapapun yang melihatnya dan pengen segera coba praktik resepnya. Apalagi ditambah foto-foto hasil jepretannya yang sangat menggoda. Saya salah satu korbannya, wkwk.  Jadi, hati-hati ya nanti kalau jalan-jalan kerumah(blog)nyaπŸ˜€. Salah satu menu masakan baru yang masuk dalam list menu di rumah kami adalah resep dari si Ibuk, Sop Ikan Batam. Walaupun ada modifikasi sedikit dari resep aslinya. Suami gak suka pakai ebi, jadi diganti udang segar. Dan ini jadi menu kesukaan suami saat ini, diluar resep warisan mertua pastinya. Hehe



Kabarnya, mbak Desy sudah mulai ngeblog sejak tahun 2008, lama juga ya. Tapi baru memutuskan untuk serius dan konsisten mulai tahun 2017. Mbak Desy memang hobi nulis dari kecil. Waktu kecil beliau sudah sering nulis dongeng dan cerpen, tapi sayangnya karya-karyanya itu hanya berakhir dibawah bantal. Beliau merasa menulis itu bukanlah passion atau bakat yang bisa dikembangkan. Alih-alih mengasah bakat menulisnya, malah beliau melanjutkan sekolah dan kuliah di akuntansi. Tapi itulah hidup. Semua yang terjadi dalam hidup kita, tak lepas dari ketentuan atau takdir Allah. Selalu ada hikmah dibalik apapun yang terjadi. Pasti ada kebaikan didalamnya jika kita mau merenungi.



Tak ada kata terlambat. Saat ini si Ibuk memilih resign dari pekerjaannya dan memilh menjadi full mother at home mendampingi dan membersamai setiap tumbuh kembang putranya  dan juga sudah aktif menulis kembali. Tulisan-tulisannya enak dan renyah dibaca, serta bergizi tentunya. Rasanya rugi jika melewati tulisan-tulisan Mamak satu anak ini. (Uups..kabarnya bentar lagi akan berubah status lagi jadi mamak anak duaπŸ˜€, semoga selalu sehat dan lancar persalinannya ya mbak)



Si Ibuk memilih tema lifestyle menjadi tema blognya. Hal ini karena sebagian besar tulisannya berisi tentang parenting, kuliner, dan juga review perjalannya bersama keluarga kecilnya. Salah satu satu motivasi mbak Desy ngeblog saat ini  selain untuk menyalurkan hobi menulisnya adalah sebagai dokumentasi jurnal anaknya, Khalid. Makanya, jika kita jalan-jalan ke blognya, maka kita akan menemukan banyak tulisan bertema parenting yang berisi cerita kesehariannya bersama anaknya yang sarat hikmah dan informsi yang sangat berguna untuk para mahmud.



Selain sebagai momblogger, mbak Desy juga seorang mompreuner. Beliau berusaha untuk tetap berdaya walau dari rumah. Beliau adalah owner @Jalanjalambawabayi, yaitu rental perlengkapan Travelling bayi dan mainan anak. Kalau mau jalan-jalan bareng bayi, boleh banget rental sama beliau, insyaAllah akan dilayani dengan ramah dan sabar. Coba deh!πŸ˜‰



Jika penasaran dengan tulisan-tulisan beliau, silakan segera melipir ke :  



Blog : www.desyoktafia.com

Facebook : Desy Oktafia
Fanpage : desyoktafiadotcom
Instagram : @desyoktafia
Akun jualan : @jalanjalanbawabayi


Oke, sekian dulu review dari saya. Nantikan review selanjutnya yaπŸ˜‰












Minggu

HIJRAH

Mendengar kata hijrah, fikiran saya langsung langsung terbang melayang melintasi waktu kembali ke medio tahun 2004. Kala itu saya baru menapaki dunia putih abu-abu. Ya, itu adalah awal saya memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas di sebuah Kota di Aceh. Disana pula lah awal saya mengenal kata HIJRAH dan menikmati indahnya awal proses hijrah. Apa itu hijrah?

Kata Hijrah berasal dari bahasa arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat. Seperti halnya hijrahnya Rasulullah bersama para sahabat dari Mekah ke Madinah agar dakwah beliau bisa berkembang setelah mandek sekian lama di Mekah karena tekanan dan hambatan dari para kafir Quraish di Mekah. Rasulullah memutuskan hijrah dari mekah ke Madinah. Tempat dimana Islam diterima dengan sukacita dan lapang dada oleh penduduk Madinah. Hijrah dengan tujuan mempertahankan aqidah dan menegakkan risalah Allah dan syariat Islam. Disanalah islam bangkit hingga akhirnya mekkah pun mampu ditundukkan kembali dibawah Panji Islam.

Perintah berhijrah terdapat dalam beberpa ayat Al-Qur’an, antara lain: Qs. Al-Baqarah 2:218).“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang mulia. (Qs. Al-An’fal, 8:74)

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (Qs. At-Taubah, 9:2)

Hijrah harus dilakukan atas dasar niat karena Allah dan tujuan mendapatkan rahmat serta keridhaan Allah. Orang-orang  beriman yang berhijrah dan berjihad dengan niat karena Allah dan tujuan untuk meraih rahmat dan keridhaan Allah, mereka itulah adalah mu’min sejati yang akan memperoleh pengampunan Allah, memperoleh  keberkahan rizki dan kemenangan di sisi Allah. Hijrah dan jihad dapat dilakukan dengan mengorbankan apa yang kita  miliki, termasuk  hartabenda, bahkan jiwa.

Bagi saya pribadi, hijrah adalah proses berubah. Berubah dari buruk menjadi semakin baik.Berubah dari tak ada menjadi ada. Berubah dari buta menjadi terang benderang. Berubah dari tak tahu menjadi semakin tahu, bukannya malah bangga atas ketidaktahuan seperti cerita sang nenek pembaca puisi yang viral itu. 

Saya kecil adalah seorang gadis tomboy yang tidak bisa diam dan sangat suka tantangan. Walaupun saya juara kelas dan juara umum disekolah, tapi pemahaman terhadap ilmu agama bisa dibilang sangat minim. Orangtua saya bukannya tidak memberikan ilmu agama yang memadai buat kami, tapi saya saja yang dulu suka semau gue dan sering mangkir saat ngaji. Ayah dan mamak memang bukan seorang yang alim dan ahli ilmu agama, tapi mereka telah berusaha semaksimal kemampuan mereka mengajarkan saya serta dua saudari saya ilmu agama bahkan dengan mengantarkan kami kepada guru ngaji untuk hal-hal yang tidak mereka kuasai. Tapi, bukannya belajar, saya kecil malah suka kabur saat jam ngaji dan mampir  diam-diam ke rumah tetangga untuk nonton TV. Dari rumah ngaji, sampai sana kabur. Haha...(Astaghfirullahh)

Tamat SD entah kenapa saya malah sangat ingin mondok untuk  memperdalam ilmu agama yang selama ini saya sadari masih sangat minim, tapi niat saya pupus karena ayah  tidak mengizinkan. Beliau khawatir saya tidak bisa mandiri disana. Saya pun terus bertumbuh menjadi gadis manis dirumah dan di sekolah. Setiap pembagian raport, nilai saya selalu bertengger paling atas dan menjadi juara kelas. Tapi, saya merasa kering. Ilmu agama saya tetap segitu-gitu aja walaupun saya ngaji malam hari di balai pengajian dekat rumah. Amal ibadah saya juga sangat memprihatinkan. Jadi ibadah sunnah seperti dhuha, rawatib, dan tahajud, ibadah wajib pun alakadarnya bahkan sering bolong. Menutup aurat pun hanya saat sekolah dan ngaji saja, diluar itu saya tetap gadis tomboy dengan celana gombrong, baju kaos lengan pendek dan rambut kucir yang terhempas kesana kemari saat saya bersepeda atau manjat pohon. Padahal saat itu saya sudah baligh. Alhamdulillah,  Satu hal yang saya tetap terjaga, saya gak pernah bergaul dekat dengan lawan jenis apalagi pacaran seperti teman-temannya saya lainnya. Saya gak suka pacaran. Bagi saya pacaran itu sia-sia, buang-buang waktu dan gak ada manfaat sama sekali. Itu bertahan hingga saya lulus Sekolah menengah pertama dengan nilai terbaik disekolah. Modal nilai terbaik ini mengantarkan saya masuk sekolah  favorit di kota tetangga. Disanalah awal mula saya berjumpa dengan kakak-kakak yang wajahnya teduh, bercahaya dan sangat menenangkan tersebut. Mereka ayu dan anggun. Mereka santun dan berprestasi. Saya jatuh cinta sama mereka. Jatuh cinta pada pandangan pertama,hihi. Saya jatuh cinta dengan pakaian mereka yang sederhana, tertutup dan jilbab yang panjang berjuntai(seperti jilbab tokoh majalah Annida yang dulu ngehits banget dikalangan anak rohis). Pokoknya saya terpesona sama mereka. Adeeem banget lihatnya. Trus, apa saya langsung berubah sempurna sama persis seperti mereka hanya karena saya suka gaya dan akhlak mereka? Ya nggak lah. Saya gak mau berubah seketika tanpa pijakan yang jelas. Tanpa memahami. Tanpa ilmu. Tanpa proses. 

Bismillah. Gayung bersambut, kakak-kakak ayu dan sholihah itu, mengajak saya dan beberapa teman lainnya untuk ngaji bareng, kami biasa menyebutnya liqo. Seminggu sekali kami berkumpul di sekolah untuk ngaji dan saling sharing berbagai macam hal yang dipimpin oleh satu orang mentor yang kami sebut kakak murabbi. Mereka memang bukan ustadzah yang sudah sangat faqih ilmunya. Tapi, mereka berbagi apa yang mereka tahu dan mereka mengamalkannya. Pelan tapi pasti, pelan-pelan saya mulai berubah. Sholat wajib saya sudah gak bolong-bolong lagi, malah bertambah dengan yang sunah. Dhuha dan tahajud udah jadi kebiasaan. Begitu juga puasa sunah. Sesekali kami ifthar jama'i(buka puasa bersama) dirumah atau di kosan salah satu anggota. Kaos lengan pendek mulai berganti jadi kaos lengan panjang dan bergo instan sudah biasa bertengger di kepala setiap keluar pintu rumah ataupun dihadapan non muhrim. Celana gombrong panjang masih setia belum berganti dengan rok atau gamis. Pelan-pelan kaos kaki dan manset mulai setia menemani. Hingga akhirnya bisa menutup aurat dengan sempurna. 

Apakah semua berjalan mulus? Tentu tidak. Tapi, bukan saya namanya jika tak suka tantangan dan rintangan. Rintangan pertama berasal dari orang terdekat saya sendiri, ayah dan almarhum mamak(Allahuyarham). Walaupun mereka  bahagia melihat  perubahan  saya,  sikap saya  lebih santun dan lebih baik, amal ibadah harian semakin  baik, tapi mereka khawatir melihat cara saya berpakaian. Mereka takut saya ikut aliran sesat. Pakaian tertutup penuh dari atas sampai kaki. Buang sampah atau jemur pakaian saja di depan rumah pakai jilbab dan kaos kaki. Beli garam ke warung samping rumah pakai kaos kaki. Tidak mau salaman sama laki-laki yang bukan muhrim, padahal abang sepupu sendiri. Sedangkan, istri Tengku besar di sana saja tak berkaos kaki dan salaman sama semua tamu walaupun bukan muhrim. Begitulah pemikiran mereka. Saya berusaha menjelaskan sepemahaman saya tanpa merasa saya paling tahu dan tidak ingin sok pintar. Pelan tapi pasti, akhirnya mereka terbiasa dengan perubahan saya, malahan saya diberi kepercayaan lebih oleh mereka. Saya boleh nginap ditempat teman, karena mereka yakin saya gak akan macam-macam. Saya boleh pergi ke luar kota dengan teman-teman untuk baksos, yang biasanya susah banget dapat izin dari ayah untuk hal-hal seperti ini. 

Alhamdulillah, inilah sepenggal kisah perjalanan hijrah saya. Dan ini belum berhenti. Hijrah ini tetap berlangsung hingga akhir hayat. Belajar lagi dan belajar terus sehingga mampu berhijrah  menjadi pribadi yang semakin baik dari waktu ke waktu. Hingga detak jantung  berhenti.

Terimakasih kepada Mbak Icha atas tema arisan blog kali ini, sehingga saya bisa menorehkan sedikit catatan proses perjalanan hijrah saya. Ini menjadi  pengingat kembali bagi saya pribadi agar semakin baik dari waktu ke waktu, tidak menjadi manusia yang merugi apalagi celaka. Nastaghfirullahal 'adzhim...

J8 : Temukan Buddy-mu

Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulilah memasuki pekan terakhir di kelas Ulat-Ulat. Banyak pengalaman dan ilmu baru selama hampir 2 bulan be...