Langsung ke konten utama

Komunikasi Produktif# 2

Alhamdulillah setelah hari 1 Tantangan 10 Hari Komprod, rumah bisa lebih tentram. Emak gak ngos2an dengan teriakan sana sini. Sebenarnya kuluncinya ada di emak sih,harus tenang dan bisa kontrol emosi. Ketika emosi bisa dikontrol, fikiran kita bisa jernih dalam bersikap dan bertindak. Mampu memilih diksi yang baik dan positif. Dan anak2 juga InsyaAllah tidak akan terluka hatinya dan mau melakukan apa yang kita inginkan. Sederhana sekali bukan? 

Akan tetapi, untuk bisa tenang dan mampu mengontrol emosi, perlu usaha dan kesabaran ekstra. Bagi saya pribadi, hal ini berkaitan erat dengan ruhiyah dan kebahagian. Jika ruhiyah saya lagi down, hal sederhana pun bisa berujung emosi dan marah-marah πŸ˜₯. Makanya penting agar ruhiyah tetap terjaga agar emosi jiwa juga bisa tetap stabil apapun kondisi dan tingkah anak2. 



 

Hari ini seperti janji saya kepada si sulung kemarin, untuk ngajak mereka jenguk nenek ke RS karena Alhamdulillah Baby Hamzah sudah sehat. Dari pagi mereka sudah diingatkan agar segera beres-beres, sarapan , mandi, dan menyiapkan keperluan selama disana nantinya . Alhamdulillah Abg Zaid(5y)  dan Ammar (3y) sudah mandiri dalam urusan ini. Jadi emak cukup mengingatkan saja. Walaupun biasanya kegiatan mandi dan sarapan aja, sudah bikin urat leher emak ketarik. Hari ini bisa aman tentram tanpa teriakan dan tangisan. Anak2 diajak memilih mau sarapan dulu atau mandi? Mereka miliki sarapan dulu dilanjut mandi dan beres2 keperluan . Emak bisa tenang urus di Baby.



Emak juga tidak lupa sounding ke mereka agar mau kerja sama ketika di RS nantinya. Tentunya pakai pola komunikasi produktif. Harapan emak agar nanti mereka  bisa tenang, tidak grasak grusuk dan mengganggu orang lain, tidak pegang sembarangan dan harus jaga kebersihan . 

Diperjalanan, emak kembali sounding mereka, terutama si Abg. Sepertinya si Abang faham dan tidak ada sanggahan. Beda dengan adiknya,Ammar, yang masih acuh tak acuh. Si Nomor 2 ini masih jadi PR buat emak. Tantangan selanjutnya ini 😍

Alhamdulillah, ketika tiba di lokasi, si Abg sudah mulai menunjukkan menepati janjinya. Biasanya keluar dari mobil langsung berlarian dan diikuti adiknya. Emaknya yang teriak2 khawatir ada kendaraan lewat tiba2. Kali ini dia tenang bahkan jadi alarm bagi adiknya agar tidak lari2 dan pegangan tangan. Dia yang jadi asisten emak untuk jaga ASI-nya tanpa disuruh ...MasyaAllah..Bahagianya hati emak neuk😍😍😘😘😘

Ketika besuk ke ruangan pun, si Abg juga lebih bisa mengontrol diri tidak grasak grusuk. Kembali dia jadi alarm buat adiknya. Alhamdulillah...ternyata ketika pesan disampaikan dengan pola komunikasi produktif dan memberikan kepercayaan kepada anak, maka bisa menerima pesan kita dan mereka juga akan lebih bahagia serta tertantang untuk menunjukkan bahwa dia bisa dipercaya. Good Job dear...

Alhamdulillah tantangan hari ini sukses,,bersiap menghadapi tantangan selanjutnya. Bismillah 



#hari2
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ummi, itu ada ALLAH!

Ummi, Itu Allah...By Safriani

Suatu waktu ketika kami sedang membaca buku bersama, Ammar(3y) berteriak senang," Ummi, itu ada Allah".  Ternyata dia melihat tulisan Allah didalam buku tersebut. Untuk usia ini, anak memang masih  berpikir konkrit. 
Ummi :"Oh iya, ini hanya tulisan nama Allah sayang. Kita belum bisa melihat Allah di dunia ".
Zaid : "Kapan kita bisa lihat Allah mi?"
Ummi :"IsyaAllah nanti orang-orang yang beriman, akan bisa melihat Allah di surga ", emak berusaha bicara dengan pelan agar mereka bisa meresapi kata perkata yang emak sampaikan, sambil menatap anak-anak dengan senyum.
" Jadi, kita harus jadi orang baik dan taat sama Allah, agar nanti bisa melihat wajah Allah, itu hadiah tambahan yang Allah berikan kepada penduduk surga, siapa yang mau masuk surga dan melihat Allah?" Dan anak-anak pun berteriak berusaha menjadi yang pertama menjawab bahwa mereka ingin masuk surga dan melihat Allah. Alhamdulillah. 


Percakapan se…

Melatih Kemandirian#1 "Ayo berlatih dan berproses bersama"

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah materi kedua di Kelas Bunda Sayang Batch 3 Institut Ibu Professional sudah selesai dikunyah dan dilahap dengan semangat. Saya sangat bahagia karena materi kali ini juga sangat sesuai dengan kebutuhan keluarga saya saat ini. Bukan hanya materinya yang membuat fikiran semakin tercerahkan, tetapi Game Level 2 ini juga sangat pas. Saat ini saya sedang berusaha keras melatih kemandirian untuk anak-anak di beberapa hal yang masih belum konsisten. Dengan adanya tantangan di game kali ini, akhirnya kami sepakat untuk kembali merumuskan ulang dan detail serta berupaya untuk mendokumentasikan proses melatih kemandirian anak-anak kali ini. 
Dari hasil family forum sederhana kami tadi malam sebelum tidur πŸ˜€ , kami sepakat dan telah mencatat point-point yang akan kami berusaha terapkan  bersama. Point yang menjadi fokus kami adalah hal-hal yang sebenarnya anak-anak sudah bisa namun tidak konsisten disebabkan berbagai alasan. Tantangan kami kali ini adalah di …

Maafkan ummi, Neuk

Adalah suatu kebahagiaan ketika pertama kali mengetahui bahwa di dalam rahim ummi, telah ada sebuah janin. Sebulan setelah menikah dengan yabi, tiba-tiba ummi mulai sering mual, gak bisa nyium makanan atau apapun yang berbau tajam, bawaannya lemes. Segera yabi membeli tespack di apotik, besok paginya ummi pun segera tes, hasilnya seperti dugaan, dua garis bertengger di alat tersebut. Bahagia pasti. Cemas juga iya. Ummi akan segera jadi ibu. Status Single yang baru sebulan berubah menjadi istri, tak lama lagi InsyaAllah juga akan bertambah menjadi seorang Ibu. Akankah ummi mampu menjadi ummi yang baik bagimu dan adik-adikmu kelak? Walaupun seabreg buku parenting juga sudah ummi lahap jauh sebelum Ummi dan yabi ditaarufkan hingga saat kamu tersemai dirahim ummi. Tapi, kecemasan itu tetap berkecamuk di dada ummi. Karena yang ummi tahu, teori dengan praktek tak akan 100% sama. Bismillah, hanya tawakkal dan berdoa kepada Allah setelah ikhtiar bekal ilmu sudah ummi persiapkan. Hingga 8 bul…

Tantangan 5 Tahun pertama pernikahan

Sejak dulu sebelum menikah saya suka takjub ketika melihat pasangan kakek nenek yang tetap mesra dan penuh kasih sayang diusia senja mereka walau bagaimanapun kondisi mereka. Mereka telah berhasil melewati tantangan demi tantangan ( setelah Belajar komunikasi produktif, berusaha mengganti ganti kata masalah dengan tantangan 😊) dalam kehidupan pernikahan mereka. Ditengah banyak pasangan muda yang usia pernikahannya masih seumur jagung tapi sudah harus berpisah (cerai) dengan berbagai alasan yang ternyata sangat sepele dan masih bisa diperbaiki jika mereka punya motivasi kuat untuk mempertahankan mahligai rumah tangga. Hal-hal seperti ini sangat membuat saya bersedih, apalagi jika pasangan muda itu adalah orang-orang saya kenal walaupun sepintas dan sudah memiliki anak. Saya membayangkan bagaimana nasib anak tersebut tumbuh dalam keluarga yang broken home. Pasti sangat tidak nyaman.

Beberapa kali saya dan suami mendapati curhat via Chat atau kedatangan pasangan muda yang sedang be…